Hanif Sjahbandi Merasa Malu Jika Arema Kalah dari Persebaya Di Derbi Jawa Timur

Pemain timnas Indonesia, Hanif Sjahbandi sewaktu menjalani latihan di sela-sela persiapan babak penyisihan Grup G Pra Piala Dunia 2022 zona Asia.

Duel bertajuk derbi Jawa Timur (Jatim) antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC, dipastikan akan berjalan seru.

Meski duel ini akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (12/12), dan tanpa kehadiran penoton, duel ini tetap panas karena bertajuk laga derbi.

Setidaknya itulah yang diembuskan gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi. Ia menyebutkan, laga ini merupakan pertaruhan harga diri.

Tak seperti pertemuan biasanya, laga ini pasti diwarnai rivalitas dan persaingan kedua tim yang sama-sama berasal dari Jatim itu. Selama ini, kata dia, duel antara Persebaya kontra Arema memang selalu berjalan seru.

“Sama saja. derbi tetaplah derbi. Ada penonton atau tidak, lawan Persebaya tensinya bukan lagi 100 persen, tapi lebih,” kata Hanif.

Secara pribadi, Hanif akan merasa malu jika Arema sampai kalah dari Persebaya. Karenanya, pemain asli Bandung itu akan memberikan permainan terbaiknya di laga tersebut. Pemilik jersey bernomor punggung 19 itu bertekad ingin memenangkan pertandingan tersebut.

Apalagi, saat ini Arema sudah lima pertandingan berturut-turut tidak pernah mencicipi manisnya meraih kemenangan di Shopee Liga 1 2019.

“Ini pertaruhan harga diri. Mau ada penonton atau tidak ada penonton, kalau kita kalah ya malu juga,” pungkas pemain berusaia 22 tahun tersebut.

Seperti diketahui, derbi Jatim antara Persebaya kontra Arema gagal digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, karena tidak mendapat izin kepolisian. Padahal, sebelumnya Persebaya sempat mendapat izin menggelar laga kandang di Surabaya saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-31, meskipun tetap tanpa penonton.

Namun kali ini, karena lawan yang akan dihadapi adalah Arema FC, polisi tak mau ambik risiko mengingat rivalitas kedua klub selama ini.

Persebaya memang dikenakan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI menggelar laga tanpa penonton hingga akhir musim.

Sanksi itu diberikan sebagai buntut dari kerusuhan pada laga Persebaya versus PS Sleman di Stadion GBT, Surabaya, 29 Oktober lalu. Makanya, Persebaya sempat menggelar beberapa laga kandang di Stadion Batakan, Kalimantan Timur.

Memang, pada pekan sebelumnya, Persebaya bisa menjamu Bhayangkara FC di Stadion GBT.

Namun, khusus untuk laga melawan Arema, kabarnya pihak kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan tak memberikan izin kepada Panpel Persebaya.

Panpel Persebaya Ram Surahman mengatakan, pihaknya sedari awal sudah mengurus segala perizinan untuk bisa menggelar pertandingan di Surabaya, 12 Desember 2019.

Proses ini sudah dilalui bersamaan dengan perizinan untuk pertandingan lawan Bhayangkara FC pada 8 Desember 2019.

”Kami sudah urus satu paket untuk pertandingan tanggal 8 Desember lawan Bhayangkara FC dan tanggal 12 Desember lawan Arema FC. Rekom dari Dispora Surabaya untuk dua pertandingan itu juga sudah kami kantongi,” ujarnya di laman klub.

Tetapi,lanjut Ram, dalam perjalanan ini, izin kepolisian untuk pertandingan lawan Persebaya tersendat dan terakhir pihaknya mendapat kepastian kalau tidak diberi izin.

Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso, membenarkan kalau timnya akan melakoni Derbi Jatim di Balikpapan. “Iya main di Batakan. Kami tak dapat izin main di GBT,” ujar Aji.

Hal senada disampaikan kubu Arema FC. “Kami sudah mendapatkan surat pemberitahuannya. Laga Persebaya Surabaya vs Arema digelar di Stadion Batakan Balikpapan, pukul 16.30 WITA,” ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji.

Makanya, Usai menelan kekalahan 1-5 di kandang PSIS Semarang, Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (8/12), Arema langsung bertolak ke Balikpapan.

Mereka memutuskan tak pulang dulu ke Malang. “Senin (9/12) siang, tim langsung ke Balikpapan. Kami tidak pulang ke Malang,” ujarnya.

Sementara Aji, yang juga mantan pelatih Arema FC, enggan berkomentar banyak mengenai duel melawan rival Persebaya tersebut. Ia hanya mengatakan, Ruben Sanadi dkk akan terbang ke Balikpapan pada Selasa (10/12).

Meki main di luar Surabaya dan tanpa penonton, Aji berharap suporter Persebaya yang biasa disebut Bonek tetap mendukung timnya dengan doa.

“Bagaimanapun juga Bonek diharapkan tetap mendukung kami. Mungkin tidak bisa langsung, tapi di televisi pastinya, dengan berdoa supaya tim ini berprestasi,” tegasnya.

Aji mengakui, hasil kemenangan 4-0 melawan Bhayangkara FC menjadi modal berharga menghadapi Arema FC. Sementara dua laga sebelumnya yang digelar di Stadion Batakan, Persebaya meraih satu kali kemenangan dan satu imbang.