PSS Ingin Mematangkan Eksperimen Formasi Saat Hadapi Persela

PSS Sleman tetap tidak ingin berleha-leha dalam menjalani tiga pertandingan tersisa Shopee Liga 1 2019. Meski sudah memastikan posisi bertahan di Liga 1, tim pelatih PSS punya tujuan dan konsentrasi lain.

Satu di antaranya untuk mematangkan eksperimen formasi yang diterapkan di permainan. Tim Elang Jawa akan melakoni pekan ke-32 dengan meladeni tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (11/12/2019).

Dalam laga tersebut, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro memastikan bakal kembali melakukan rotasi pemain. Memberikan kesempatan para pemain yang kurang mendapatkan menit bermain, serta fokus dengan formasi baru.

Seringkali skuatnya memainkan formasi 4-4-2 atau 4-3-3 ketika tampil di kandang sendiri maupun tandang. Namun, saat ditahan imbang Persib Bandung tanpa gol di Stadion Maguwoharjo (7/12/2019), Seto sudah memulai sedikit perubahan susunan formasi.

“Rotasi kembali akan saya lakukan di Lamongan nanti. Ada eksperimen tapi bukan berarti coba-coba formasi baru. Ada yang berbeda saat melawan Persela nanti, mungkin dari 4-4-2 ke 4-2-3-1,” ujar Seto Nurdiyantoro, Senin (9/12/2019).

“Eksperimen yang saya tekankan adalah bisa belajar formasi baru, dengan materi pemain yang ada ini. Saat melawan Persib, masih ada sedikit kesalahan, saya kira wajar,” tutur pelatih PSS Sleman itu.

Respek untuk Persela

Menjelang laga kontra Persela, Seto Nurdiyantoro mengaku respek terhadap tim lawan karena tren positif yang didapat tim asuhan Nilmaizar itu. Sempat terjerumus di papan bawah, Persela mampu bangkit dan kini perlahan meninggalkan ancaman degradasi.

Empat kemenangan beruntun merupakan catatan impresif Laskar Joko Tingkir, sebagai modal menghadapi PSS Sleman. Hal itulah yang harus diwaspadai Bagus Nirwanto dan kawan-kawan.

“Saya melihat Persela Lamongan sangat ingin lepas dari degradasi. Dalam beberapa pertandingan selalu menang. Artinya ada kebangkitan pada mereka,” jelas pelatih asal Kalasan, Kabupaten Sleman.