Karo United Bicara Peluang Lolos dari ‘Grup Neraka’ 32 Besar Liga 3

Putaran Nasional Liga 3 2019 akan segera bergulir. Kompetisi kasta ketiga putaran nasional ini akan dimulai dari babak 32 besar dengan mulai kick-off pada 12 Desember mendatang.

32 tim dari seluruh Indonesia ini juga dibagi ke dalam 8 grup, di mana Grup A dinilai sebagai ‘grup neraka’. Alasannya karena dihuni klub-klub yang memumpuni seperti KS Tiga Naga (Riau), Tornado FC (Riau), Persikota Tangerang (Banten) dan Karo United (Sumatera Utara).

Manajer Karo United, Theopilus Ginting mengakui bahwa timnya masuk dalam grup neraka. Ia menyebut tim-tim yang berada dalam satu grup ini memiliki persiapan dan prestasi yang baik.

Misalnya, lanjut Theo, Tiga Naga tim yang dinilai kuat secara materi tim dan finansial. Lalu Tornado FC yang merupakan juara Liga 3 Riau 2019 serta Persikota yang merupakan juara Liga 3 Banten 2019 sekaligus klub Perserikatan yang telah memiliki nama besar.

“Saya sependapat kalo grup A ini merupakan grup neraka. Disamping punya nama besar dan prestasi yang bagus, menurut saya persiapan mereka juga sudah matang,” katanya kepada awak redaksi berita olahraga INDOSPORT, Minggu (8/12/2019).

Kendati demikian, Karo United yang berstatus sebagai juara Liga 3 Sumut 2019 ini mengaku tak gentar dengan para calon lawan, meski tim berjuluk Laskar Simbisa ini baru berusia seumur jagung.

Kita adalah pendatang baru (Liga 3). Namun kami bisa menjadi kuda hitam buat mereka. Kekompakan dan kerja keras adalah modal utama kami yang goal-nya lolos ke babak selanjutnya dan terakhir bisa ke Liga 2 musim depan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan segala hal untuk menunjang motivasi para pemain Karo United agar bisa mencapai target tersebut, termasuk bonus di dalamnya.

“Maka dari itu kami mohon kepada suporter dan masyarakat Sumatera Utara untuk memberikan doa dan dukungan agar kami bisa meraihnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Grup A ini Tiga Naga bertindak sebagai tuan rumah dan laga akan dimainkan di Stadion Kaharuddin Nasution dan Stadion Tumpal Sinaga, Pekanbaru.