Milomir Seslija Akui Kekalahan dari PSIS Jadi Performa Terburuk Arema

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengakui bahwa performa anak asuhnya di pekan ke-31 Liga 1, menjadi paling buruk saat dikalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-5 di Stadion Mochamad Soebroto Magelang, Minggu (08/12/2019) sore.

Serangan tidak efektif, aliran bola tak lancar, serta arah permainan yang tak jelas. Begitu mungkin detail dari kesimpulan yang diambil Milomir Seslija pasca kekalahan telak Arema FC sore tadi.

“Masalah yang kami hadapi, terlalu komplit. Saya bahkan tidak bisa menyebutnya secara detail,” ungkap Milomir Seslija.

“Intinya, kami sering melakukan error di lini pertahanan dengan kebobolan 5 gol dan hanya mencetak 1 gol saja dalam laga kali ini,” sambungnya.

Tanda-tanda kekalahan itu sebenarnya sudah bisa diduga sejak keberangakatan tim. Terutama di lini pertahanan, yang kehilangan Hamka Hamzah akibat cedera serta Arthur Cunha yang terjerat sanksi akumulasi kartu kuning.

Namun yang mengejutkan, adalah skor akhir di mana Arema FC benar-benar dibantai PSIS Semarang. Milomir bahkan tidak bisa berpikir jernih bagaimana kipernya bisa kebobolan sampai lima gol.

“Ada banyak faktor sebagai penyebab. Saya tidak bisa marah-marah, tapi bagaimana jika seorang pelatih melihat pemainnya hanya jalan-jalan saja di lapangan,” ungkap eks pembesut Persiba Balikpapan itu.

Kekalahan telak 1-5 di hadapan PSIS pun menjadi yang kedua kalinya diterima Arema FC di Liga 1 musim ini, selain skor 2-6 di markas PSM Makassar (16/10/19) lalu.