PSIS Semarang Melobi Dinporapar Jateng Agar Bisa Menggunakan Stadion Jatidiri Musim Depan

PSIS Semarang melakukan penjajakan secara intens dengan pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah.

Mereka ingin menggunakan Stadion Jatidiri, Semarang untuk kompetisi Liga 1 musim 2020.

Seperti diketahui, sejak dilakukan renovasi sejak 2017 silam, PSIS tak lagi menggunakan Stadion Jatidiri.

PSIS Semarang terpaksa menjadi tim musafir dengan menggunakan Stadion Moch Soebroto, Magelang sebagai homebase sementara.

Sembari menunggu renovasi Stadion Jatidiri rampung.

“Untuk komunikasi sih kita intens dengan Dispora Provinsi.”

“Kami berharap sekali tahun depan PSIS ini bisa main di Jatidiri,” kata General Manager PSIS, Wahyu Liluk Winarto kepada awak media di Semarang, Jumat (6/12/2019).

Apa sebab PSIS Semarang sangat menginginkan kembali menggunakan Stadion Jatidiri?

Liluk mengatakan, Stadion Jatidiri sulit dipisahkan dari PSIS Semarang.

“Kita kan munculnya di Semarang. PSIS ini identik dengan Semarang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Liluk mengatakan jika elemen suporter PSIS Semarang juga merindukan bisa kembali menyaksikan PSIS berlaga di Stadion Jatidiri.

Kendati demikian, Liluk menyadari jika di tahun 2020, PSIS memang kemungkinan masih belum bisa menggunakan stadion tersebut.

Saat ini renovasi Stadion Jatidiri sedang dilakukan pengerjaan tahap empat.

Tahun depan masih akan dilakukan pengerjaan tahap lanjutan.

“Bahkan banyak keluhan dari suporter untuk bisa main di Semarang.”

“Tapi memang kalau melihat dari perkembangan pembangunan Stadion itu tahun depan kemungkinan sih belum bisa digunakan,” kata Liluk.

Jika Stadion Jatidiri musim depan bisa digunakan, Liluk menyebut, pihaknya belum bisa memastikan.

“Mungkin kalau bisa kami gunakan ya pertengahan musim.”

“Itupun mungkin,” ucapnya.

Ditambahkan Liluk, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Dinporapar Jateng.

Termasuk mengajukan opsi kepada pihak Dinporapar menggunakan Stadion Jatidiri saat PSIS melakoni pertandingan home di sore hari.

“Dan kami juga sudah sampai mengajukan opsi, boleh tidak kalau kami gunakan Stadion Jatidiri saat pertandingan siang lah.”

“Karena kan belum ada penerangan.”

“Kalau siang main di Jatidiri, kalau malam baru ke Magelang karena sudah ada lampu,” kata Liluk.

“Nah itu yang kami sampaikan ke pihak Dispora provinsi.”

“Kami harap dinas Provinsi menyetujui opsi itu supaya kami bisa main di Semarang.”

“Karena di samping jarak ke Magelang jauh, kita juga kasihan.”

“Apalagi ini musim hujan.”

“Kita berharap sih tahun depan sudah bisa main di Jatidiri,” tandas lelaki berusia 45 tahun ini. (arl)