Pelatih Kalteng Putra Memaklumi Kekecewaan Suporter Turun ke Lapangan

Insiden suporter turun ke lapangan menghiasi duel Kalteng Putra melawan Madura United di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (6/12/2019). Kalangan suporter tersebut meluapkan kekecewaan setelah melihat Kalteng Putra kalah telak 1-4 dalam laga pekan ke-31 Shopee Liga 1 2019 itu.

Hasil ini menyulitkan Kalteng Putra yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Kini, klub berjulukan Laskar Isen Mulang itu malah berada di posisi juru kunci dengan hanya mengoleksi 30 poin dari 31 laga.

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira, sangat memahami kekecewaan suporter. Pelatih asal Brasil itu menyebut situasi yang dihadapi tim asuhannya memang tidak mudah dengan berbagai kendala di luar lapangan.

“Kami sudah berjuang hampir satu tahun, dan kalian tahu kesulitan yang kami hadapi. Sayang, kami kalah di kandang, sehingga suporter marah. Itu wajar, karena mereka selalu menginginkan kami menang. Pemain sudah berjuang, berusaha memenangi laga,” kata Gomes.

Gomes menilai kekalahan ini terjadi akibat absennya dua pemain andalan, yaitu stoper Rafael Bonfim dan gelandang I Gede Sukadana. Bonfim absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara Sukadana mengalami cedera.

“Tanpa Rafael menjadi kerugian besar buat kami. Kami juga tanpa kapten Sukadana. Di pertandingan seperti ini, meski sudah berjuang, tapi kualitasnya tidak sama,” imbuh pelatih berusia 57 tahun itu.

Sapu Bersih 3 Laga Terakhir

Selama musim ini, Kalteng Putra mengalami banyak kendala. Di antaranya pernah menjadi klub musafir dengan berkandang di Stadion Sultan Agung, Bantul. Telatnya pembayaran gaji pemain juga sempat menganggu situasi internal.

Kalteng Putra masih berpeluang bertahan di Liga 1 musim depan dengan menyisakan tiga pertandingan terakhir. Syaratnya, mereka harus memenangi semua laga itu, sekaligus mengharap pesaing terdekat, yaitu Persela Lamongan, Badak Lampung, atau Semen Padang terpeleset.

“Kami akan berjuang di tiga pertandingan sisa, Mereka pemain profesional yang ingin mengakhiri kompetisi di posisi terhormat. Tapi, apa pun bisa saja terjadi. Barito saja dikalahkan Semen Padang yang merupakan tim papan bawah. Selama masih ada peluang, saya tetap optimistis,” tuturnya.