Soal Taktik, Paul Munster Fleksibel

Bhayangkara FC menjadi tim yang kembali flamboyan ketika Paul Munster hadir mengisi kursi pelatih kepala. Hal itu terbukti dari delapan laga tanpa kekalahan di Liga 1 2019.

Kendati merupakan pelatih baru di kompetisi Indonesia, Munster mampu mempersembahkan poin demi poin sehingga kini Bhayangkara duduk di posisi empat klasemen dengan 44 poin.

Yang perlu dicermati lagi adalah, Munster harus mengakali kondisi yang ada. Skuad Bhayangkara yang banyak tergerus karena pemanggilan timnas Indonesia atau cedera, bisa ia atasi.

Fleksibel menjadi kunci Bhayangkara mampu mengatasi tiap lawan pada delapan pekan terakhir. Satu-satunya kekalahan yang dialami ketika Munster bertugas, adalah kontra PSS Sleman.

“Tergantung pada pemain yang ada [soal taktik], saya harus melihat kelebihan dan kekurangan pemain. JIka pemain ada yang absen, maka saya beradaptasi,” beber pelatih asal Irlandia Utara itu.

“Seperti Putu [Gede], yang sekarang bermain sebagai stoper. Saya tahu kelebihan dan kekurangan dari bermain transisi dalam serangan balik. Kadang ada kalanya bermain bola langsung ke kotak penalti lawan,” urainya.

Dari seluruh pentingnya bagaimana ia menerapkan taktik dan strategi, menurut Munster, yang paling penting tetap mental pemain menghadapi setiap pertandingan. Semua harus punya hasrat meraih hasil bagus.

“Tapi taktik bisa selalu berubah tergantung pertandingannya. Tapi kami selalu berusaha mengasah transisi. Dan mindset, serta mental pemain sangat mempengaruhi. Mental menang harus selalu ada, dan kini mereka selalu ingin menang.”