Sikapi Fenomena Pitch Invasion, Hanif Sjahbandi: Liga 1 Bukan Tarkam

Midfielder Arema FC, Hanif Sjahbandi menyebut aksi pitch invasion atau aksi suporter menyusup ke lapangan yang menjadi fenomena belakangan ini turut merusak image Liga 1 Indonesia yang seolah menjadi kompetisi kelas tarkam.

Bagi dia, cara pandang mereka mesti harus diubah dalam menyikapi hasil kekalahan tim kebanggaan mereka di Liga 1 musim ini. Sikap kecewa yang memang harus dilampiaskan, bisa memilih opsi lainnya ketimbang melakukan aksi pitch invasion.

“Ya kurang profesional saja. Karena Liga 1 ini kan kompetisi yang profesional,” beber Hanif dalam latihan tim di Stadion Kanjuruhan, Rabu (04/12/2019) sore.

“Efeknya juga langsung ke pemainnya. Jadi kalau ada suporter masuk lapangan, ya mohon maaf, Liga 1 bukan liga tarkam,” sambung midfielder muda Arema FC tersebut.

Arema FC sendiri sudah kena batunya atas aksi melanggar regulasi tersebut. Tepatnya di tahun lalu, saat tim Singo Edan menanggung kerugian besar lewat sanksi larangan menggelar laga dengan penonton di beberapa pekan akhir kompetisi.

Sedangkan kasus terbaru, dialami Persela dan Persebaya. Kedua tim pun sudah mengalami kerugian dari sikap tak terpuji suporternya sendiri dengan sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.

“Kami fokus saja bermain di lapangan. Soal itu, ya urusannya Panpel bagaimana mengatasinya,” tandas Hanif.

Maka dari itu, Hanif berharap pelanggaran regulasi yang dilakukan suporter tidak terjadi lagi. Semata-mata untuk melindungi kompetisi Liga 1, garis tidak lagi ada laga tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI.