Barito Putera Vs Semen Padang: Menang Jadi Harga Mati Bagi Kabau Sirah

Semen Padang terus berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Pada pertandingan pekan ke -31, Kabau Sirah akan menghadapi Barito Putra di Stadion Demang Lehman, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Jumat (6/12) malam. Kemenangan menjadi harga mati bagi Semen Padang untuk terus menjaga asa tampil di Liga 1 2020.

Laga ini terbilang cukup berat, pasalnya tim berjuluk Laskar Antasari sedang berada dalam tren positif, lima laga tanpa kekalahan. Teranyar, anak asuh Djajang Nurdjaman berhasil mengalahkan tuan rumah Tira Persikabo dengan skor tipis 0-1.

Barito Putra yang bertengger di posisi 13 klasemen sementara dengan 37 poin hasil 9 kemenangan, 10 imbang dan 11 kekalahan, di atas kertas akan sulit dikalahkan oleh tamunya, Semen Padang.

Namun, Barito Putra dilanda masalah dalam mempersiapkan laga ini. Singkatnya waktu recovery membuat pelatih Djajang Nurjaman mengeluh. Selain itu, dua palang pintu lini belakang Barito Putra, Cassio De Jesus dan Risky Rizaldi Pora dipastikan tidak dapat tampil karena cedera.

Tidak hanya itu, striker berkebangsaan Brasil, Rafael Silva juga diragukan tampil karena pemulihan cedera. Setidaknya, kondisi ini menjadi angin segar bagi Kabau Sirah untuk meraih tiga poin di kandang lawan.

Semen Padang saat ini sangat membutuhkan tiga poin untuk terus membuka asa keluar dari zona degradasi. Berada di juru kunci klasemen, Kabau Sirah baru mengoleksi 28 poin hasil dari 6 kemenangan 10 imbang dan 14 kekalahan.

Tak ada cara lain, Semen Padang harus melampaui torehan Persela Lamongan di posisi 15 yang mengoleksi 34 poin. Dengan sisa 4 laga dan terpaut 6 angka, praktis semua laga harus bernilai tiga poin agar tim urang awak dapat tampil di Liga 1 2020 mendatang.

Kondisi Tim Tidak Komplet

Hanya saja, Semen Padang berangkat ke Kalimantan Selatan dengan kondisi tidak full team. Duo anak minang yang kerap menjadi andalan harus absen karena melangsungkan pernikahan.

Kiper Teja Paku Alam dan Irsyad Maulana tidak ikut dalam rombongan 18 pemain yang dibawa ke Banjar Baru. Tidak hanya itu, striker anyar asal Papua yang telah mengoleksi 3 gol, Mariando Djonak Uropmabin, juga dipastikan tidak ikut karena akumulasi kartu kuning.

Tidak hadirnya tiga penggawa ini memang sedikit mengurangi kekuatan Semen Padang. Namun, Eduardo Almeida masih memiliki beberapa nama yang mengisi slot kosong tersebut.

Masih ada Rendy Oscario Sroyer yang merupakan kiper utama Semen Padang sewaktu di Liga 2 musim lalu dan Achmad Iqbal Bachtiar yang juga cukup gemilang. Sementara itu, untuk mengisi sayap kiri yang ditinggalkan Irsyad masih ada sejumlah nama, seperti Roni Rosadi dan Boas Artururi.

Posisi penyerang yang ditinggalkan Mariando agaknya tidak begitu berpengaruh. Pelatih berusia 41 tahun asal Portugal punya beberapa opsi formasi bagi anak asuhnya. Eduardo Almeida kerap memasang striker tunggal dalam beberapa pertandingan.

“Pertandingan ini merupakan laga yang sangat sulit. Barito Putera dalam kondisi bagus dalam lima laga terakhir. Tapi, kami harus mampu meraih tiga angka. Tidak ada pilihan lain, harus menang melawan Barito dan menang di sisa laga,” ungkap Eduardo Almeida dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Kamis (5/12/2019).

Dengan adanya bonus dari manajemen apabila tim mampu keluar dari zona degradasi, laga antara Barito Putra menjamu Semen Padang ini akan sangat menarik. Kabau Sirah yang harus mengoleksi tiga poin untuk menjaga asa keluar zona degradasi akan menantang tuan rumah Laskar Antasari yang akan memanfaatkan laga ini untuk makin menjauh dari zona degradasi.