Tangisan Kiper Persela dan Harapan Bertahan di Liga 1

Kiper Persela Lamongan, Dwi Kuswanto, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan setelah timnya menang 2-0 atas Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (4/12/2019). Air matanya jatuh setelah wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan itu menjadi keajaiban untuk Persela yang berjuang untuk bertahan di Liga 1 pada musim depan. Sebelumnya, tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu mampu memetik poin penuh juga saat bertandang dengan menang di markas Borneo FC, Rabu (27/11/2019).

Penjaga gawang yang akrab disapa Dwikus itu mengaku sangat emosional saat melihat timnya bisa menang di dua laga terakhir. Kini, Persela berada di peringkat ke-15 atau satu setrip di atas zona degradasi dengan raihan 34 poin.

“Kemenangan melawan Persib membuat saya tidak bisa berkata-kata. Begitu menang, dari hati saya langsung merasa terenyuh. Saya bersyukur Alhamdulillah bisa mendapat tiga poin di pertandingan itu,” kata Dwikus kepada Bola.com saat ditemui di Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (5/12/2019).

“Perjuangan anak-anak semua patut diapresiasi. Semuanya pemain mulai belakang sampai depan sudah berjuang maksimal untuk mendapat kemenangan itu,” imbuh pemain berusia 34 tahun teserbut.

Dwikus memiliki peran yang sangat penting dalam kemenangan Persela Lamongan atas Persib Bandung. Dia mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dan melakukan tiga penyelamatan penting. Total, ia mencatat delapan cleansheet dalam 21 penampilan bersama Persela.

Asa klub asal Kota Soto itu untuk terhindar dari jerat degradasi masih sangat terbuka. Mereka berpotensi menambah jarak poin dengan tiga tim yang berada di zona merah, yaitu Badak Lampung, Kalteng Putra, dan Semen Padang.

Persela Lamongan juga menyisakan tiga pertandingan kandang dari empat laga yang harus dimainkan sampai kompetisi berakhir. Bertanding di hadapan pendukung sendiri akan menambah motivasi untuk kembali mengoleksi poin.

“InsyaAllah bisa lepas dari degradasi. Kami semua akan tetap berjuang sampai akhir. Sampai sekarang memang belum aman dan itu harus bisa diperjuangkan supaya bertahan di Liga 1,” ucap pemain asli Sidoarjo itu.