Pelatih Madura United Tak Akan Penuhi Tuntutan Suporter Untuk Mundur

Pelatih Madura United, Rasiman memilih bergeming terhadap desakan suporter Madura United untuk turun dari kursi pelatih.

Rasiman menambah catatan buruk bersama Madura United ketika dikalahkan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (2/12/2019).

Dalam laga yang bertajuk Derbi Suramadu tersebut, Laskar Sape Kerrab menyerah 2-3 dari tamunya.

Tiga gol Persebaya berasal dari brace David da Silva (15′ dan 83′) dan gol Irfan Jaya dua menit jelang pertandingan berakhir.

Sementara itu, Madura United hanya mampu membalas melalui Aleksandar Rakic (53′) dan Alberto Goncalves (60′).

Tak hanya itu, bomber naturalisasi Madura United, Greg Nwokolo harus diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu merah karena memprotes wasit dengan keras.

Kekalahan ini juga menjadi kekalahan beruntun kelima bagi Andik Vermansah dkk pada penghujung Liga 1 2019.

Akibatnya, para suporter Madura United marah dan merangsek masuk ke dalam lapangan setelah pertandingan berakhir.

Mereka lantas membentangkan spanduk bertuliskan ‘Mainmu Tak Sesangar Julukannmu’ sembari menyerukan agar sang pelatih, Rasiman segera mundur dari jabatannya.

Dilansir Bolasport.com dari Tribun Madura, Rasiman menyatakan tidak akan menuruti keinginan K-conk Mania, julukan suporter Madura United.

Dia lebih memilih menyerahkan keputusan kepada pihak manajemen yang dinilai memiliki wewenang.

“Tidak ada masalah karena saya punya kontrak terhadap Madura United. Biar manajemen bersikap seperti apa,” kata Rasiman tegas.

Pelatih Madura United, Rasiman, saat memberikan pernyataan dalam jumpa pers.

Rasiman menjelaskan bahwa dirinya sangat memahami kekecewaan para suporter terhadap hasil buruk yang didapatkan Madura United dalam lima pertandingan terakhir.

Namun, ia tetap akan menyerahkan semua keputusan kepada manajemen dan menanti kebijakan yang akan dikeluarkan.

“Saya sangat mengerti kekecewaan suporter karena orang yang paling kecewa di tim ini adalah saya,” ucapnya

“Saya serahkan ke manajemen menyikapi lima kekalahan beruntun ini,” tutur Rasiman.

Sejatinya, Rasiman merasa sangat terpukul dengan hasil kalah dari skuad Bajul Ijo.

Sebab setelah tertinggal 0-1 pada babak pertama, Madura United bisa berbalik unggul 2-1 selepas jeda.

Namun kartu merah yang didapatkan Greg mengubah alur pertandingan sehingga timnya harus rela kebobolan satu gol lagi jelang akhir laga.

“Kami tertinggal 0-1 pada babak pertama dan kami buat plan akhirnya bisa unggul 2-1 (di babak kedua),” kata Rasiman menjelaskan.

“Persebaya bisa menekan tapi kami berhasil melakukan serangan balik.”

“Tapi ketika ada insiden main dengan 10 orang di menit krusial rasanya agak sulit, tentunya kedisiplinan tim paling krusial karena secara taktik sudah baik,” tuturnya menandaskan.

Saat ini, Madura United masih belum beranjak dari peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 44 poin.

Sedangkan Persebaya Surabaya menempati peringkat ketujuh dengan raihan 42 poin.