Tira-Persikabo, Raksasa Putaran Pertama yang Jadi Kurcaci Paruh Kedua

Nasib PS Tira-Persikabo sejauh ini di Liga 1 2019 mempunyai dua sisi sangat berbeda dalam dua putaran kompetisi, bak dari tim raksasa berubah menjadi kurcaci.

Tira-Persikabo harus bersusah payah pada paruh kedua Liga 1 2019.

Pasalnya, tim dengan julukan Laskar Padjadjaran ini belum pernah menang sekalipun dalam 14 laga.

Dari 12 laga yang dilakoni di putaran kedua, tak satupun yang berhasil diselesaikan dengan poin penuh.

Sementara dua pertandingan lainnya didapatkan pada akhir putaran pertama.

Nasib Tira-Persikabo di putaran kedua seolah-olah berputar 180 derajat dari paruh pertama kompetisi.

Sebab di putaran pertama, Tira-Persikabo mampu mencatatkan rekor kemenangan dalam 13 laga beruntun.

Pada putaran pertama pula, tim yang saat itu diasuh Rahmad Darmawan ini sempat menguasai Liga 1 dengan bertengger di posisi puncak klasemen sementara.

Namun kini, rekor tersebut seolah-olah musnah setelah Tira-Persikabo tak pernah merasakan sekalipun kemenangan di 14 laga terakhir.

Mimpi buruk tim yang bermarkas di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor ini dimulai ketika mereka bertandang ke markas Persela Lamongan.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan tersebut, Anderson Salles cs dipaksa tunduk dari tuan rumah dengan skor 1-6.

Penderitaan berlanjut hingga terbaru, Tira-Persikabo harus tumbang dari penghuni zona degradasi, Kalteng Putra.

Rahmad Darmawan saat pertama kali diperkenalkan sebagau pelatih PS Tira yang kini menjadi PS Tira-Persikabo.

Bermain di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Tira-Persikabo tak mampu berbuat banyak setelah pemain Kalteng Putra, Ferinando Pahabol, menggetarkan jala gawang Angga Saputro.

Dengan serangkaian hasil buruk tersebut, Tira-Persikabo yang mengakhiri putaran pertama dengan duduk di posisi runner-up klasemen kini harus rela terjun bebas.

Selepas hasil pekan ke-29, Tira-Persikabo berada di posisi ke-12 dengan 38 poin.

Artinya selama putaran kedua, Tira-Persikabo hanya mampu meraih lima poin dari hasil putaran pertama yang berjumlah 33 angka.

Manajemen Tira-Persikabo pun akhirnya mengambil keputusan untuk mendepak Rahmad Darmawan dari kursi pelatih.

Keputusan tersebut dibuat setelah pelatih yang akrab disapa RD itu sudah bertemu dengan manajemen Tira Persikabo pada Jumat (29/11/2019) pagi.

“Saya sudah bertemu dengan manajamen Tira Persikabo dan mereka memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan saya lagi,” kata RD, Jumat (29/11/2019).

Padahal, Liga 1 2019 tinggal menyisakan lima pertandingan lagi untuk dimainkan.

Hal tersebut yang membuat RD sedikit menyesal atas pemecatan dirinya dari kursi kepelatihan Tira-Persikabo.

“Saya ingin sekali meminta anak-anak fokus pada lima laga terakhir, tapi ini sudah keputusan dari manajemen dan saya harus hormati itu,” kata RD.