Alasan Persija Musim Depan Garap Apparel Sendiri

Persija Jakarta memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan apparel Specs yang sudah terjalin selama dua tahun terakhir. CEO Persija, Ferry Paulus mengatakan, kontrak Persija dan Specs sejak dari awal memang hanya untuk dua musim.

Setelah tidak bekerja sama lagi dengan Specs, Persija akan menggunakan apparel dengan merk sendiri, seperti yang dilakukan Bali United dan Persebaya Surabaya.

Untuk produksinya, manajemen Persija menggandeng PT MSI yang berpengalaman menggarap merchandise di Asian Games 2018.

Ferry mengatakan, keputusan mengakhiri kerja sama dengan Specs murni faktor bisnis.

“Jadi, bukan (karena desainnya itu-itu aja). Pertama, kami kepingin banyak pernak-pernik yang bisa menghasilkan sumber pendapatan baru. Kalau dulu, lebih kepada setiap kebutuhan-kebutuhan Persija diberikan oleh specs atau produk apparel, tapi kali ini kita ingin mendesain, men-develope, membuat banyak terobosan-terobosan,” kata Ferry.

“Selama ini barangkali katakanlah maskotnya terlalu beragam, kali ini kita ingin buat standarisasi sehingga setiap orang datang ke Jakarta, mereka mengingat bahwa di Jakarta ini ya Persija, sehingga ada souvenir yang bisa dibawa pulang. Merchandise ini lebih kepada bukan hanya jersey-jersey yang akan menjadi bagian yang terpampang dalam setiap pertandingan, tapi ketika dia masuk, sudah bisa melihat barangkali gantungan kunci, boneka, cashing telpon, seperti yang ada di klub-klub besar,” tutur Ferry menambahkan.

Selain membuat produk apparel sendiri, pada tahun depan, manajemen Persija akan mulai merealisasikan rencana untuk melepas saham ke publik atau dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO).