Edson Tavares: Kami Melawan 12 Pemain

Pelatih Persija Jakarta Edson Tavares menilai kepemimpinan wasit turut memberikan peran atas kegagalan Macan Kemayoran mendulang angka setelah dipaksa bermain imbang 1-1 melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (23/11) sore WIB.

Tavares menyatakan, hadiah penalti yang diberikan kepada Arema seakan mengakhiri kerja keras pemainnya di lapangan. Sebelumnya, Persija sempat unggul lebih dulu melalui Marko Simic. Menurut Tavares, keputusan memberikan penalti kepada Arema yang berbuah gol seharusnya tidak terjadi.

“Kami merasa kecewa terhadap kepemimpinan wasit dan stafnya. Kami bermain melawan 12 pemain. Kami mendapatkan kartu kuning yang seharusnya tidak kami dapatkan, kami terkena penalti saat bola menyentuh tangan,” cetus Tavares.

“Terakhir, saat memulai serangan, bola dari kiper akan diberikan kepada Riko [Simanjuntak], secara cepat wasit mengakhiri pertandingan. Ini tidak adil bagi kami.”

Meskipun kecewa terhadap hasil, Tavares meminta anak asuhnya tetap menegakkan kepala, karena kerja keras pemain beberapa minggu terakhir berbuah positif dengan raihan satu poin di kandang Arema.

“Saya selalu percaya tentang progress dan kerja keras. Kami sudah bekerja lebih keras untuk meningkatkan posisi di klasemen. Kami menjalani pertandingan dengan hasil positif sejauh ini. Hasil ini memang mengecewakan, tapi kami harus bisa tegak,” tutur Tavares.

Hampir sama dengan pelatihnya, bek Tony Sucipto menilai kepemimpinan wasit tidak begitu baik di laga ini. Menurutnya, Persija telah memperlihatkan performa bagus di markas lawan.

“Pertandigan yang bagus hari ini, karena kami berhasil menguasai pertandingan. Namun saat kami unggul, keputusan wasit tidak berpihak kepada kami, terutama terjadinya penalti. Semua juga melihat termasuk di tayangan ulang, itu tidak penalti, karena terkena paha. Keputusan itu menjadi kerugian bagi kami,” tutupnya. (gk-48)