Persebaya Menunggu Respons Banding dari PSSI

Persebaya Surabaya telah mengirim nota banding kepada Komite Banding PSSI terkait hukuman. Klub berjulukan Bajul Ijo mendapat hukuman berupa densa Rp200 juta dan larangan bertanding tanpa penonton di laga kandang maupun tandang sampai akhir musim Shopee Liga 1 2019.

Itu merupakan imbas dari kerusuhan suporter yang terjadi saat duel Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (29/11/2019).

Manajemen Persebaya mendapat jawaban. Mereka ingin keringanan hukuman agar Persebaya tetap bisa menggelar pertandingan kandang dengan status dihadiri oleh penonton.

“Banding itu masih menunggu respon dari PSSI. Kami sudah kirimkan tanggal 4 atau 5 November, ini sudah dua minggu sebenarnya. Kemarin sudah komunikasi, sedang dipelajari oleh PSSI,” kata Candra Wahyudi, manajer Persebaya.

Untuk sementara, manajemen Persebaya masih harus menjalani hukuman yang telah diberikan oleh Komdis PSSI. Mereka sudah melakoni satu pertandingan kandang tanpa penonton, yaitu saat menjamu PSM Makassar, Kamis (14/11/2019).

“Tidak tahu, mungkin PSSI sibuk setelah kongres atau apa belum ada yang bertanggung jawab di situ. Tapi, kami terus berkomunikasi. Kami meminta supaya segera direspons karena Persebaya Surabaya juga butuh kepastian banding yang kami ajukan,” imbuh Candra.

Masih Menjalani Hukuman

Sampai sekarang, belum muncul kabar dari PSSI terkait banding yang dilakukan Persebaya itu. Manajemen Bajul masih terus menunggu kabar positif agar ada keringanan hukuman.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya memilih menjalani laga kandang di luar Jawa karena tidak mendapat izin di Surabaya.

Mereka sudah menjamu PSM di Stadion Batakan, Balikpapan. Berikutnya, Persebaya bakal menggunakan stadion yang sama saat menjamu Semen Padang, Kamis (28/11/2019).