Indonesia Gagal Ke Final ASFC 2019, Ini Permintaan Maaf Pelatih

Pelatih timnas pelajar Indonesia, Bambang Warsito, meminta maaf karena gagal membawa Indonesia ke final Asian School Football U-18 Championship 2019.

Timnas pelajar Indonesia menghadapi timnas pelajar Malaysia dalam babak semifinal Asian School Football U-18 Championship(ASFC) 2019.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan tersebut, timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia setelah kalah 3-5 dalam adu penalti.

Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Indonesia unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Christian Rumbiak (38′), namun Malaysia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Muhammad Khairi Suffian (56′).

Kedua tim gagal mencetak gol tambahan di babak perpanjangan waktu sehingga hasil laga ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak adu penalti, semua eksekutor Malaysia mampu melesakkan bola ke dalam gawang.

Sementara eksekutor ketiga Indonesia, Muhammad Reza Alfariz, tak mampu menunaikan tugas setelah tembakan ala panenka-nya gagal memperdayai kiper Malaysia.

Indonesia pun harus tumbang dengan skor 3-5.

Pelatih timnas pelajar Indonesia, Bambang Warsito, menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan tersebut.

Bambang menyebutkan bahwa timnya kurang beruntung pada pertandingan melawan Malaysia.

“Saya mohon maaf kepada semua suporter, semua yang hadir di sini, tim kami belum bisa memetik kemenangan,” tutur Bambang dikutip Bolasport.com dari Antara News.

“Kami telah berusaha keras sejak menit pertama, tapi memang faktor luck belum memihak,” kata Bambang menambahkan.

Terkait satu pemainnya yang gagal mengeksekusi penalti, Bambang tidak ingin menyalahkan.

Dia menyebutkan bahwa Reza memang sering menggunakan teknik panenka tersebut dalam sesi latihan.

Perjalanan timnas pelajar U-18 Indonesia di ajang Asian School Football U-18 Championship (ASFC) 2019 harus terhenti di babak semifinal usai takluk di tangan Malaysia di Stadion Batakan, Jumat (22/11/2019).

“Dia (Reza) kalau di latihan suka bikin trik seperti itu. Saya sebenarnya sudah tekankan, nendangnya yang polos saja. Tapi ya kondisi di lapangan kan yang memutuskan sang pemain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang merasa puas dengan perjuangan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.

Dirinya menilai bahwa Muhammad Supriadi dkk sudah tampil semangat sepanjang laga dan hanya kalah dalam hal keberuntungan.

“Saya cukup puas hari ini. Anak-anak bermain dari awal sampai akhir dengan ketat terus, silih berganti menyerang, tapi kita tidak beruntung,” ujarnya.