Ibarat Mobil, Rasiman Sebut Madura United Kehilangan Piston

Pelatih Madura United Rasiman mengibaratkan tim besutannya seperti mobil yang rusak, sehingga menelan kekalahan 2-1 dari Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (22/11) malam WIB.

Rasiman menyatakan, kehilangan Zulfiandi dan Syahrian Abimanyu, serta Diego Assis yang dalam kondisi tidak bagus membuat skema permainan tidak jalan dengan baik. Perubahan peran Andik Vermansah dari sayap menjadi gelandang juga tak maksimal.

“Kalau diibaratkan mobil, kami kehilangan tiga [piston] mesin. Diego kondisinya masih sangat rentan, karena sudah lama tidak main. Akhirnya saya harus mengakali mesin dengan pemain yang ada,” jelas Rasiman.

“Saya harus mencari satu pemain lagi, karena tinggal Slamet [Nurcahyono] dan Asep [Berlian] yang natural habitatnya sebagai gelandang. Saya pernah menempatkan Greg [Nwokolo] di posisi itu, tapi tidak jalan. Akhirnya saya coba tempatkan Andik dalam dua minggu latihan.”

“Saya tidak bisa menuntut Andik terlalu banyak atas performanya yang mungkin dianggap kurang maksimal. Saya ambil keputusan berisiko dengan memainkan Diego, serta mengembalikan Andik ke posisi aslinya. Sempat berjalan baik, tapi kami membuat kesalahan sekali lagi, selain tidak mencetak gol.”

Rasiman menambahkan, ia tidak habis pikir dengan gol pertama Bhayangkara FC yang dicetak Bruno Matos lewat tendangan lambung dari jarak sekitar 50 meter, sehingga memperdayai kiper Satria Tama.

“Saya masih belum bisa menemukan logika bagaimana gol pertama dari tengah lapangan yang ditendang melambung bisa masuk ke gawang. Pastinya itu menjadi tanggung jawab saya, tak bisa menyalahkan pemain,” ungkap Rasiman.

“Kami lalu berusaha menekan dan bangkit dari ketinggalan. Setelah skor 1-1, permainan menjadi terbuka sekali. Kami menyerang, mereka melakukan counter attack. Cuma sayang di sepuluh menit terakhir kami melakukan kesalahan yang menurut saya kami memberikan hadiah untuk Bhayangkara FC.” (gk-62)