Perseru Badak Lampung FC Akan Laporkan Kejadian di Lamongan ke Komdis PSSI

Pertandingan Liga 1 antara Persela Lamongan dan Perseru Badak Lampung FC sempat terhenti selama lebih dari satu jam pada menit ke-80.

Para suporter tuan rumah secara tiba-tiba masuk ke lapangan di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (20/11). Para pemain dari kedua tim berlari memasuki ruang ganti.

Suporter Persela membentangkan spanduk protes karena kecewa dengan penampilan tim musim ini. Mereka juga melakukan pembakaran di tribune stadion serta masuk ke area lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion.

“Jangan bikin malu Lamongan!” demikian bunyi spanduk yang dibentangkan pendukung Persela itu.

Sebelum insiden itu Persela memiliki peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-71. Namun Alex Goncalves gagal melakukan tugasnya dengan baik.

Satu jam setelah berhentinya laga, pertandingan akhirnya dilanjutkan dan Persela mendapatkan gol pada menit ke-90+4 oleh M.Zaenuri.

Manajemen Perseru Badak Lampung FC melalui laman Instagramnya menjelaskan keputusan mereka untuk melanjutkan pertandingan.

“BLFC adalah klub baru yang dibentuk dengan visi untuk menyajikan indah-nya permainan sepakbola. Kami mencintai sepakbola. Kami percaya kecintaan terhadap sepakbola adalah hal yang sangat baik dan perlu diapresiasi tinggi, dan kami juga percaya pada keadilan dan sportifitas,” ujar BLFC dalam rilis resmi.

“Kemarin, permainan kami dihentikan dimenit ke-75. Ada api di tribun, diikuti oleh ratusan penggemar yang menerobos masuk ke lapangan pertandingan. Dengan rasa takut, para pemain kami harus lari meninggalkan lapangan dan memasuki ruang ganti. Keadaan mental kami tidak optimal karena kami takut akan ancaman terhadap nyawa kami. Kami tidak ingin melanjutkan pertandingan.”

“Mendekati satu jam setelah acara, kami diminta untuk tetap melanjutkan pertandingan. Pertandingan tetap dilanjutkan kembali tanpa CEO kami diperbolehkan masuk kembali ke stadion untuk menonton 20 menit terakhir pertandingan, dan akhirnya kami kalah dalam 15 detik terakhir.”

“Manajemen sempat berdebat secara internal, apakah lebih baik kami tidak melanjutkan pertandingan?”

“Disinilah kami ingat visi dari BLFC. Kami ingin menunjukkan hal-hal baik dan indah tentang sepakbola. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sepakbola Indonesia dapat melangkah keluar dari kegelapan dan menuju kejayaan. Maka itulah kami memilih untuk menghormati secara profesional keputusan liga yg meminta kami melanjutkan pertandingan. Kami berharap kami menunjukkan sportifitas dan keadlian hari ini. Kami harap membuat para penggemar kami bangga. Hari ini mungkin bukan hari yang baik bagi keluarga besar kita, namun kita boleh berdiri tegak dan mengatakan bahwa kami melakukan yang benar hari ini, demi sepakbola Indonesia yang lebih baik.”

“Laporan kronologi pertandingan yang lengkap sedang dalam proses penyusunan dan akan segera kami kirim ke Komdis PSSI.”