Timnas Indonesia U-22 Siap Akhiri Kemarau Panjang Medali Emas di SEA Games 2019

Gelandang Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, punya ambisi besar di SEA Games 2019. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, itu berhasrat membantu Indonesia menyudahi penantian panjang tanpa medali emas pada ajang dua tahunan tersebut.

Timnas Indonesia U-22 sudah terlampau lama puasa medali emas di SEA Games. Medali tersebut terakhir diraih pada edisi 1991 alias 28 tahun silam.

Dalam beberapa edisi terakhir, laju Timnas Indonesia U-22 untuk menyudahi puasa medali emas selalu terjegal. Hal itu terjadi pada edisi 2011 dan 2013 di mana Tim Merah-Putih harus puas meraih perak karena kalah pada laga final.

Pada edisi terakhir di Kuala Lumpur 2017, Timnas Indonesia U-22 meraih medali perak. Witan Sulaeman menilai, edisi 2019 ini menjadi momentum buat Timnas Indonesia U-22.

“Ini penantian panjang kami. Saya pribadi, optimistis 100 persen kami mampu meraih medali emas. Alasannya, karena kami sudah bekerja sangat keras dan latihan dengan intesitas tinggi,” kata Witan di Jakarta, Senin (18/11/2019).

“Doakan kami. Sisanya, biarkan kami yang berjuang di lapangan. Kami ingin memberikan yang terbaik,” tegas pemain berusia 18 tahun tersebut.

Perjuangan Timnas Indonesia U-22 untuk meraih medali emas di SEA Games 2019 tak akan mudah. Tim asuhan pelatih Indra Sjafri ini terlebih dulu harus lolos dari babak penyisihan Grup B, bersaing dengan Thailand, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos.

Persiapan Matang

Timnas Indonesia U-22 sudah melakukan persiapan panjang untuk memenuhi target medali emas pada SEA Games 2019. Pada edisi laga uji coba terakhir, Timnas Indonesia U-22 meraih hasil yang cukup lumayan.

Tim Garuda Muda berhasil menahan imbang 1-1 Iran dan meraih kemenangan 2-1 pada laga kedua. Hasil ini sudah cukup bagus mengingat adanya perbedaan level permainan dengan Iran.