Musim Guy Junior & Abdul Rahman Terancam Berakhir

Peluang dua pemain PSM Makassar, Guy Junior dan Abdul Rahman, terancam berakhir lebih cepat, mengingat kedua pemain itu belum mencapai level yang diinginkan pasca-pulih dari cedera.

Hal itu diungkapkan pelatih PSM Darije Kalezic setelah tim besutannya menggasak Persipura Jayapura 4-0 di Stadion Andi Mattalatta, Senin (18/11) malam WIB. Guy baru pulih dari cedera tendon yang didapatnya pada awal Agustus. Sedangkan Rahman menderita cedera otot paha sejak akhir September.

Guy dan Rahman sudah mengikuti latihan tim sejak dua hari lalu menjelang duel melawan Persipura. Namun, Kalezic menilai kondisi mereka belum sesuai harapan, sehingga membutuhkan waktu untuk menyamai level rekan-rekannya, sehingga peluang untuk tampil melawan Bali United akhir pekan ini sangat tipis.

“Sepertinya tidak ada peluang buat mereka bermain [lawan Bali United]. Mereka masih belum mencapai level yang diinginkan untuk berlatih dengan tim. Yang menjadi pertanyaan besar, apakah mereka bisa tampil lagi untuk pertandingan sisa musim ini?” tanya Kalezic.

Terlepas dari kedua pemain tersebut, Kalezic semringah dengan kemenangan atas Persipura di tengah kondisi tim besutannya yang kelelahan akibat jadwal padat. Kalezic menilai kerja sama dan kekompakan tim menjadi kunci kemenangan.

“Sejujurnya kami perkirakan pertadingan akan jauh lebih sulit dibandingkan yang tadi, karena Persipura merasa yakin mereka bisa mengejar Bali. Tapi tim kami memperlihatkan permainan kolektif yang bagus. Mereka bukan cuma bertarung untuk diri sendiri, tapi semua orang,” tutur Kalezic.

“Saya tentu bahagia saat semua penyerang mencetak gol. Namun mereka mencetak gol bukan karena kualtias individu, namun kerja sama tim. Saya sangat apresiasi pemain, karena selama 90 menit tidak memberikan kesempatan kepada Persipura, dan Rivky [Mokodompit] tak banyak melakukan penyelamatan.”

“Jangan lupa, Persipura punya tujuh hari istirahat setelah pertadingan terakhir mereka. Sedangkan kami menjalani jadwal yang padat. Anda bisa lihat di lapangan, tim mana yang banyak pemainnya mendapatkan kram, dan melakukan pergantian pemain, karena sudah tidak sanggup lagi.” (gk-74)