Liga 1 2019 Belum Berakhir, Asisten Pelatih PSM Sudah Mendapat Klub Baru di Eropa

Shopee Liga 1 masih tersisa tujuh pekan lagi. Namun, asisten pelatih PSM Makassar, Bonnie Fautngil, memastikan dirinya bakal meninggalkan Juku Eja sebelum kompetisi terakhir.

Mantan staf pelatih di Akademi Valencia itu mengaku sudah melakukan kesepakatan dengan satu klub elite di Eropa.

Menurut Bonnie, kesepakatan itu terjadi pada Juli lalu. Ia dan klub barunya itu tinggal menandatangani kontrak kesepakatan itu pada awal Desember nanti. Itulah mengapa, Bonnie meminta Bola.com jangan memuat dulu nama klub barunya itu.

“Nantilah setelah resmi tanda tangan kontrak, saya kirim fotonya,” ujar Bonnie kepada Bola.com, yang menemuinya di Hotel Pesonna, Makassar, tempat ia menginap selama di Makassar.

Bonnie menambahkan, sebenarnya ia sudah diminta bergabung pada akhir November. Tetapi, Bonnie ingin menyelesaikan kontraknya di PSM Makassar, yang habis pada 8 Desember 2019.

Hal itu berarti, Bonnie terakhir mendampingi pelatih Darije Kalezic saat PSM dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, 7 Desember 2019.

Di klub barunya nanti, Bonnie akan menangani pemain tim junior dan akademi.

“Saya selalu merasa tertantang untuk membina dan melahirkan pemain. Pengalaman selama di Akademi Valencia akan saya terapkan di sana,” kata Bonnie, yang bakal dikontrak selama satu tahun.

Meski hanya delapan bulan di PSM Makassar, Bonnie mengaku memiliki banyak pengalaman yang berkesan. Khususnya kebersamaan tim yang baik serta militansi suporter PSM dalam mendukung klub kesayangan.

Ingin Darije Kalezic Tetap di PSM

Bonnie berharap Darije Kalezic tetap bersama PSM musim depan. Di mata Bonnie, sosok Darije adalah pekerja keras dan detail dalam mengerjakan tugas sebagai pelatih PSM Makassar.

“Karakternya memang keras. Tapi, Darije punya jiwa sosial yang tinggi,” ungkap Bonnie.

Menurut Bonnie, Darije sudah bekerja maksimal karena tidak mudah buat seorang pelatih menjaga konsistensi penampilan timnya di setiap partai karena berbagai kendala, di antaranya jadwal padat dan kondisi geografis Indonesia.

Musim ini, PSM tampil di tiga ajang sekaligus yakni Piala Indonesia, Piala AFC, dan Shopee Liga 1 plus Piala Presiden.

Itulah mengapa Bonnie menyayangkan adanya penilaian minor terkait hasil sementara PSM. Apalagi selalu dibandingkan dengan kiprah pelatih PSM sebelumnya, Robert Alberts.

“Darije datang saat tim sudah terbentuk. Perlu dicatat juga, Darije sudah mempersembahkan gelar buat PSM di musim pertamanya. Sedangkan Robert belum pernah. Padahal, PSM hanya fokus di Liga 1,” tegas Bonnie.

Bonnie optimistis prestasi PSM bakal lebih baik musim depan.

“Manajemen di bawah kendali Munafri Arifuddin (CEO PSM) sudah bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan PSM. Kalau ada sedikit kendala, itu hal biasa dalam sepak bola,” tutur Bonnie.