Rasiman Tertantang Mengemban Jabatan Pelatih dan Manajer Madura United

Pelatih kepala Madura United, Rasiman, merasa tertantang dengan penunjukan dirinya sebagai manajer. Dia mendapat jabatan itu setelah Haruna Soemitro mundur, Jumat (8/11/2019), karena ingin fokus sebagai anggota Exco PSSI.

Otomatis, Rasiman mengemban dua tugas sekaligus, sebagai pelatih kepada dan manajer Madura United. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Haruna mengenai penunjukannya sebagai manajer tim dalam tujuh pertandingan tersisa di Shopee Liga 1 2019.

“Sebelum Pak Haruna menyampaikan ke media, beliau sudah bilang ke saya soal rencana ini. Yang pasti, ini merupakan tantangan buat saya. Selama ini, di Indonesia rangkap tugas pelatih dan manajer tim masih belum lazim,” ungkap Rasiman kepada Bola.com.

Regulasi di Liga 1 2019 juga belum mengatur dua jabatan itu diperbolehkan dihuni oleh satu orang yang sama. Itulah mengapa kebanyakan klub Liga 1 menunjuk sosok lain setelah memiliki pelatih kepala yang harus berkualifikasi minimal memegang lisenisi A AFC.

Rasiman berusaha mempelajari kembali tugas-tugas yang harus diembannya dengan dua jabatan sekaligus itu. Sejauh ini, dia belum tahu bagaimana pembagian tugasnya setelah menjadi manajer tim Madura United.

“Presiden klub belum berbicara kepada saya tentang tugas apa yang harus saya lakukan sebagai manajer. Bagaimanapun, perlu batasan yang jelas supaya dalam manajemen ini berjalan dengan baik. Sekilas, saya tahu manajer harus mengelola berjalannya tim ini,” ucap Rasiman.

“Yang jelas, saya tidak dalam tugas merekrut pemain karena bursa transfer sudah ditutup. Saya hanya meneruskan di sisa kompetisi ini. Dalam urusan manajerial, saya akan mempelajari adminitrasi dibantu oleh Pak Rosid (sekretaris Madura United),” imbuhnya.

Sudah Belajar

Pelatih berusia 44 tahun itu mengungkap sudah mulai mendapat tugas mengurus keperluan klub dan mendapat tanggung jawab kecil dalam beberapa kebijakan. Dia selalu menjalin komunikasi dengan sosok lain di manajemen dalam berbagai hal.

Misalnya, semasa hanya menjabat pelatih kepala, Rasiman ikut mengatur bagaimana keperluan tim saat menjalani laga tandang. Dari situ, dia belajar untuk ikut mengelola tim dengan mengambil keputusan kecil terkait skuatnya.

“Sebelumnya, Pak Haruna sudah meminta menjalankan tugas kecil di manajemen. Mungkin, beliau memang ingin saya belajar karena kebijakan ada di tangan beliau. Sekarang akan berbeda. Tinggal perlu kejelasan batasan tugas saya sebagai manajer bagaimana,” tutur pria asal Banjarnegara itu.

Dalam proses itu, Madura United masih menjalani transisi dalam manajemen seiring rangkap jabatan Rasiman. Dia punya waktu setidaknya selama jeda pekan internasional, kebetulan Madura United libur bertanding selama 13 hari, untuk beradaptasi.

Selama ini jabatan manajer dan pelatih diemban oleh satu nama ini lebih lazim dilakukan klub-klub Eropa. Biasanya, sosok yang menghuni jabatan itu bertanggung jawab kepada direktur olahraga klub yang juga memegang lisensi kepelatihan.