Bek Sriwijaya FC Beberkan Kerasnya Persaingan Liga 2 2019

Bek Sriwijaya FC, Bobby Satria, menjadi korban kerasnya persaingan Liga 2 2019. Dia mengalami benturan hingga harus dilarikan ke rumah sakit saat menjalani laga Grup A babak 8 besar.

Insiden itu terjadi saat Bobby membela Sriwijaya FC menghadapi Persewar Waropen di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (9/11/2019).

Akibat insiden itu, Bobby harus mendapat tiga jahitan di kepalanya. Beruntung, Bobby tidak dalam kondisi mengkhawatirkan dan bisa tetap tampil di laga lainnya dalam babak 8 besar.

Mantan pemain Timnas Indonesia U-23 itu menyebutkan pertandingan kompetisi kasta kedua memang cukup keras. Tetapi, Liga 1 menurutnya juga memiliki persiangan yang tidak kalah keras.

“Liga Indonesia keras semua. Sebenarnya sama saja, Liga 1 juga sama kerasnya,” kata mantan pemain Kalteng Putra dan Bali United itu.

Bedanya, kasta kedua kerap menjadi adu benturan pemain dalam usaha perebutan bola. Tak jarang, perselisihan antarpemain Liga 2 juga menghiasi pertandingan.

Bahkan, sisi insiden perseteruan itu kerap tak mendapat ekspose dari media karena pemegang hak siar tidak menyiarkan semua pertandingan. Kalau pun rama-ramai jadi pemberitaan, justru dari sisi kericuhan yang terjadi.

“Mungkin karena orang-orang pada umumnya masih fokus dengan Liga 1 atau kasta tertinggi. Banyak pertandingan Liga 2 yang tidak disiarkan secara langsung sehingga banyak insiden kekerasan yang terjadi di Liga 2, namun tak terekam,” imbuh Bobby.

Fenomena keras persaingan kasta kedua ini kerap menjadi bahan perbincangan publik sepak bola nasional. Hal itu dianggap beberapa pihak justru sebagai sisi menarik dari persaingan kasta kedua.

Sementara itu, Bobby berpeluang membawa Sriwijaya FC menjuarai Liga 2 2019. Sebab, tim berjulukan Laskar Wong Kito ini berhasil menembus semifinal setelah keluar sebagai runner-up Grup A di babak 8 besar.