Pelatih PSS Sleman Bicara soal Pengganti Peran Brian Ferreira

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, memberikan komentar terkait pengganti Brian Ferreira yang absen hingga akhir musim Liga 1 2019.

PSS Sleman harus kehilangan gelandang andalan, Brian Ferreira, hingga akhir musim 2019.

Brian Ferreira harus mengakhiri musim lebih cepat karena mengalami luka robek di bagian hulu hati.

Luka robek tersebut didapat oleh pemain asal Argentina itu saat membela PSS Sleman melawan Persija Jakarta.

Saat itu Brian mengalami benturan hebat dengan pemain Persija Jakarta, Sandi Darma Sute.

Seusai laga PSS Sleman kontra Bali United, Rabu (6/11/2019), Brian Ferreira bergabung bersama pemain dan ofisial PSS di tengah lapangan.

Ia memberikan pidato singkat perpisahan pada kesempatan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan suport dari para suporter semua,” kata Brian dikutip BolaSport.com dari Tribun Jogja.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro, mengaku sudah mempersiapkan sosok pengganti Brian Ferreira di lini tengah skuat Elang Jawa.

Nama-nama seperti Ricky Kambuaya, Sidik Saimima, Dave Mustaine, hingga Ocvian Chanigio bakal disiapkan oleh Seto Nurdiantoro.

“Sementara yang kami punya sekarang hampir semuanya stylish. Tetapi kalau kami coba untuk mengubah butuh waktu, kami akan coba memaksimalkan yang ada,” ujar Seto.

Seto menjelaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan bakal memberikan menit bermain untuk pemain-pemain muda.

Dengan syarat, posisi PSS sudah aman dari zona degradasi Liga 1 2019.

“Misalnya kalau kami sudah aman, ya bisa jadi akan banyak mencoba (menurunkan pemain muda). Tetapi kami juga melihat perkembangan saat latihan,” ucap Seto menambahkan.

Pelatih asal Kalasan, Kabupaten Sleman, itu juga berharap sederet gelandang yang ada bisa memadukan kemampuan menyerang dan bertahan dengan baik.

“(Arif Satya Yudha) secara skill bagus, Ricky (Kambuaya) juga begitu, mungkin mereka bisa seperti Brian, tapi visi dan misi bermainnya harus berbeda. Kalau Brian menyerang bagus bertahan kurang,” kata Seto.

Juru taktik berusia 45 tahun itu juga berharap anak asuhnya tetap berusaha untuk meraih poin di setiap pertandingan.

“Yang terpenting, di setiap pertandingan kami mampu dapat poin dan kalau ada perubahan formasi kami lihat perkembangan ke depan,” tutur Seto mengakhiri.