Rendi Irwan: Coach Aji Tidak Pernah Lelah Berikan Motivasi

Persebaya Surabaya sebetulnya melawat ke Stadion Pakansari, Bogor, dengan komposisi darurat. Lima pemain yang biasanya menjadi langganan inti terpaksa menepi. Mereka adalah Irfan Jaya, David da Silva, Osvaldo Haay, Rachmat Irianto, dan Miswar Saputra. Bahkan, bek Otavio Dutra baru masuk 15 menit menjelang pertandingan berakhir.

Namun, dengan komposisi darurat, Persebaya bisa membawa pulang satu poin dari markas Tira Persikabo. Bahkan, tim berjuluk Green Force itu nyaris meraih poin sempurna. Sebab, Persebaya sempat unggul 2-1 hingga menit ke-70. Dua gol Persebaya dilesakkan Rendi Irwan (35’) dan Aryn Williams (51’).

Sebelumnya, tuan rumah sempat menciptakan gol cepat melalui sundulan Osas Saha saat laga baru berjalan satu menit. Lewat sundulan Khurshed Beknazarov (70’) pula, Tira Persikabo akhirnya terhindar dari kekalahan.

Aji Santoso yang menjalani laga debut bersama Persebaya merasa lega bisa mencuri satu poin. Menurut dia, hasil tersebut tidak akan bisa diraih kalau pemainnya tidak bekerja keras. ’’Lima pemain inti kami tidak bisa bermain. Tapi, sebelum pertandingan, saya beri kepercayaan penuh kepada para pengganti,’’ ucap Aji. ’’Mereka saya minta bermain enjoy dan saya berikan kebebasan bermain. Akhirnya, mereka enjoy dan percaya pada instruksi yang saya berikan,’’ jelasnya.

Bukti enjoy dan percaya diri para pengganti ditunjukkan lewat aksi cemerlang kiper Imam Arief . Imam yang menggantikan posisi Miswar Saputra berhasil menggagalkan penalti Osas Saha. Lalu, Rendi Irwan juga sukses mencetak gol perdana di Liga 1 musim ini.

Nah, karena merasa enjoy, pemain langsung berlari dan memeluk Aji di pinggir lapangan setelah berhasil mencetak gol. Rendi, misalnya. Begitu bikin gol, dia berlari ke bench Persebaya dan memeluk Aji. ’’Karena coach tidak pernah lelah memberikan motivasi kepada kami. Percaya kepada kami meski banyak orang yang pesimistis,’’ papar Rendi.

Kapten Persebaya Ruben Sanadi membenarkan pernyataan Rendi. Menurut dia, Aji memang sosok yang dicari ketika pemain dalam kondisi down. ’’Terima kasih kepada coach yang sudah bantu kami bangkit. Kami membalasnya dengan menjalankan instruksi di lapangan. Kami semua percaya satu sama lain,’’ ucap Ruben.

Sementara itu, pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan mengakui timnya tampil kurang bagus kemarin. Terutama pada babak pertama. ’’Babak kedua kami mulai beradaptasi, sedikit ada perbaikan. Tapi, masih banyak kesalahan. Kami selalu kalah bola di lini tengah,’’ ungkap Rahmad.

Beruntung bagi RD, sapaannya, Persebaya kelelahan setelah 15 menit babak kedua dimulai. Di situlah skuadnya terus menggempur Persebaya. ’’Ada beberapa kesempatan untuk mencetak gol juga. Saya tidak menyalahkan siapa pun ketika kami gagal mengeksekusi penalti,’’ ucapnya.

Hasil imbang kemarin kian memperpanjang rekor tak pernah menang Tira Persikabo. Total, sudah 12 pertandingan Wawan Febriyanto dkk belum mencicipi kemenangan. ’’Ada jeda panjang juga (karena FIFA matchday), pemain kami liburkan dua hari . Lalu, kami akan segera evaluasi,’’ tuturnya.