Gagal saat di Barito Putera, Frans Sinatra Huwae Malah Bersinar Latih Martapura FC

Perawakannya kecil, tubuhnya ceking namun jika sudah mendapat bola pemain ini mampu mengatur kemana bola hendak diarahkan sehingga membuat takut pemain belakang lawan.

Dia adalah mantan jenderal lapangan hijau Barito Putera Frans Sinatra Huwae. Selain sebagai pengatur serangan Frans juga lama menjabat sebagai kapten tim.

Sehingga tidak salah lelaki keturunan Ambon namun lahir di Amuntai Hulu Sungai Utara ini dijuluki Kai dalam bahasa Banjar atau kakek terjemahan Bahasa Indonesia karena hingga usia hampir 40 tahun masih membela tim.

Setelah memilih pensiun tahun 2000 sebagai pesepakbola di Barito Putera, Frans dipercaya menjadi asisten pelatih tim. Dua tahun jadi asisten, manajemen akhirnya mempercayakan Frans sebagai pelatih kepala.

Sayang ditangan Frans Barito Putera justru terdegredasi. Namun semua bukan karena hasil racikannya tapi saat itu Barito Putera mengalami krisis keuangan.

“Saya tidak mau cerita soal itu. Mungkin semua tahu bagaimana kondisi Barito Putera saat itu. Semangat pemain juga kurang karena itu (krisis),” ujar Frans beberapa waktu lalu.

Saat tim Martapura FC lolos ke ISC B dan Frans diminta untuk menukangi tim. Bersama Laskar Sultan Adam Frans beberapa kali nyaris membawa tim lolos ke Liga 1. Namun usaha itu selalu kandas di babak delapan besar atau di semifinal.

Kegagalan demi kegagalan lolos ke liga 1 membuat manajemen tim memutuskan kontrak pada 2018. Sayang dibawah kepemimpinan pelatih anyar Martapura FC justru terpuruk.

Di putaran kedua Liga 2, 2018 Frans kembali diminta bergabung dan mampu menyelamatkan tim lolos dari zona degradasi.

Kini di Liga 2, 2019 mantan pemain Persinus, Diklat Ragunan Barito Putera dan Pelita Jaya itu kembali membawa Martapura FC lolos ke babak delapan besar.

Peluang untuk membawa Macan Gaib lolos ke Liga 1 kembali terbuka lebar. “Mohon doanya saja semoga harapan semua warga Banua bisa menyaksikan Martapura FC berlaga di Liga 1 terwujud,” kata dia.

Eks pemain Barito Putera yang berposisi di lini tengah juga banyak tinggal di Kalsel mereka yakni Ilham Romadhona yang dipercaya melatih Barito Putera U-18, rekan Ilham di tim Primavera Italia, Ismayana Arsyad.

Selain itu juga ada Sir Yusuf Huwae yang merupakan adik kandung Frans Sinatra, Markoni, Jusup Luluporo, Pauce Kia dan Sugeng Wahyudi. (banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)