Demi Menghindari Bully, Pemain Timnas Indonesia U-19 dan U-22 Diminta Kurangi Bermain Medsos

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, mengimbau para pemain Timnas Indonesia U-19 untuk mengurangi aktivitas dengan gawai, terutama berkegiatan di media sosial. Hal itu untuk menghindari perundungan atau bully dari warganet.

Timnas Indonesia U-19 akan menjamu Korea Utara pada pertandingan terakhir Grup K Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (10/11/2019). Tim berjulukan Garuda Muda itu hanya butuh hasil seri untuk lolos ke putaran final.

“Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini menyampaikan kalau anak-anak kami masih terpengaruh media sosial. Biasanya kalau meraih hasil bagus, dapat pujian luar biasa,” kata Zainudin kepada wartawan.

“Begitu kendor sedikit, langsung di-bully. Kalau kami yang di-bully sudah terbiasa. Tetapi kalau pemain, sangat berpengaruh. Apalagi, usia pemain masih sangat muda.”

“Makanya, kami imbau jangan dulu melihat media sosial sampai kualifikasi selesai, karena akan memengaruhi psikologis pemain,” ujar Zainudin.

Bukan Dilarang

Imbauan untuk mengurangi waktu bermain media sosial juga diwacanakan oleh pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri. Apalagi, hajatan SEA Games 2019 makin dekat. Pemain butuh konsentrasi penuh tanpa gangguan dari pihak luar.

“Umur-umur segitu wajar saja bermain media sosial, cuma, harus tahu juga batasan-batasannya. Tetapi saya setuju dengan apa yang dikatakan pak Menpora. Harus fokus dulu menjelang SEA Games 2019,” tutur Indra.

“Pak menteri bukan melarang, tidak boleh menjalani kehidupan. Tetapi, khusus untuk SEA Games 2019, semuanya harus fokus. Termasuk saya,” imbuhnya.