Kisah Indra Sjafri Menolak Jadi Pelatih Timnas Indonesia Pada 2014

Indra Sjafri mengaku sempat ditawari untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia senior pada 2014. Pada saat tersebut Indra menolak tawaran tersebut karena masih ingin merasakan pengalaman di level kategori usia.

Usai meraih gelar juara Piala AFF U-19 2013, nama Indra Sjafri melambung. Terlebih Indra Sjafri sempat berhasil menaklukkan Korea Selatan pada salah satu laga Kualifikasi Piala Asia U-19 2014.

Sejumlah pihak sempat mendorong Indra Sjafri untuk langsung menduduki posisi pelatih di skuat Timnas Indonesia. Tawaran tersebut bahkan sempat datang dari pihak federasi, namun belum diterima oleh Indra Sjafri.

“Ya, tahun 2014, saat Timnas U-19 waktu itu booming mengalahkan Korea Selatan (di Kualifikasi Piala Asia U-19 2014). Waktu itu, Om Bob Hippy (Koordinator Timnas) menawarkan saya melatih tim senior. Saya bilang ke Om Bob Hippy, baju saya ukurannya M belum L, belum cukup pantas untuk melatih senior,” ujar Indra Sjafri dikutip dari Kumparan.

Pelatih Timnas U-23 itu mengaku masih ingin merasakan proses untuk bisa berada di level timnas senior. Indra Sjafri langkah demi langkah terus menelurkan prestasi termasuk saat mengantar Timnas U-22 meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

“Kalau saya ingin populer saat itu, mungkin saya ambil. Akan tetapi, saya paham betul proses itu sangat ada. Kalau di SEA Games ini saya (diharapkan) bisa mengantarkan emas. Kalau ada takdir, diminta melatih senior, saya sangat-sangat sanggup,” kata Indra Sjafri.