Ini Daftar Pemain PSIS yang Rawan Kena Hukuman Larangan Bertanding

Hingga pekan ke-26, raihan kartu kuning skuad PSIS Semarang cukup subur. Sejak pekan pertama hingga kini total mereka telah mengoleksi 62 kartu kuning.

Jumlah itu merupakan tiga kali lipat dari gol yang mereka ciptakan. Jika dirata-rata Hari Nur cs mengoleksi 2,3 kartu kuning dalam setiap pertandingan.

Akibatnya sudah sepuluh kali pemain PSIS mendapatkan hukuman larangan bertanding karena telah mengoleksi tiga kali kartu kuning.

Mereka masing masing Fredyan, Wallace, Mota, Bonai, Rio, Hari Nur, Finky, dan Frendi. Sementara Tahar justru sudah dua kali mendapat larangan bertanding.

Khusus untuk nama Mota dan Bonai memang sudah tidak bergabung lagi dengan skuad PSIS di putaran ke dua, raihan itu mereka dapat di putaran pertama lalu.

Sementara itu, Safrudin Tahar menjadi yanng paling banyak mengoleksi kartu kuning sejumlah delapan buah. Sekali lagi mendapatkan kartu ia akan kembali absen.

Saat ini masih ada tujuh pemain PSIS yang rawan mendapat hukuman larangan bertanding jika sekali lagi mendapat kartu. Mereka ialah Fredyan, Tahar, Septian David, Joko Ribowo, Finky Pasamba, Marini, dan Heru.

Semuanya merupakan pemain yang sering mengisi line up, oleh karena itu jika tidak berhati-hati mereka bisa melewati laga penting PSIS untuk bertahan di Liga 1.

Seperti diketahui saat ini memang posisi Mahesa Jenar belum aman. Mereka masih mengoleksi 28 poin dari 26 laga. Hari Nur cs hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.

Padahal, tim berlambang Tugu Muda tersebut tingga menyisakan delapan laga lagi dan menghadapi tim yang bisa dibilang tidak mudah seperti Bali United, PSM Makassar, PS Tira Kabo, hingga Arema.

General Manajer PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto tidak akan mengambil pusing terkait banyaknya kartu kuning yang dimiliki timnya.

Ia juga tidak akan mengeluarkan kebijakan agar pemain lebih berhati-hati dan menghindari kartu.

“Ndak seperti itu, pemain melanggar pasti tahu konsekuensinya. Kapan memang perlu untuk mencegah kebobolan, mengulur waktu, mereka tahu itu dan kartu adalah konsekuensinya,” beber Liluk, Sabtu (11/9/2019).

Ia tidak ingin membebani pemainnya untuk kemudian bermain hati-hati untuk menghindari kartu supaya tetap bisa bermain terus.

Menurutnya itu justru berbahaya bagi tim saat pertandingan berlangsung.

“Solusinya tentu harus dipikirkan pelatih, jika memang nantinya pemain kami mendapat larangan bertanding karena akumulasi kartu.

Pelatih harusnya bisa memilih siapa pengganti yang tepat,” tambahnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Bruno Silva juga terancam tidak bisa memperkuat PSIS di laga berikutnya karena sudah mengakumulasi tiga kartu kuning.

Beruntung baginya, laga terdekat PSIS melawan Bali United di Stadion Moch Soebroto Magelang, Jumat 15 November mendatang ialah laga tunda.

Sesuai regulasi Liga 1 hukuman larangan bertanding karena akumulasi kartu tidak berlaku untuk laga tunda.