PSSI Harus Bayar Kompensasi Besar untuk Lepas McMenemy

Federasi sepakbola Indonesia (PSSI) memastikan bawah pelatih Simon McMenemy tak lagi menangi Timnas Indonesia.

Empat kekalahan beruntun di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia menjadi penyebab utama pelatih asal Skotlandia itu dipecat.

McMenemy sendiri memiliki durasi kontrak hingga Desember 2020 mendatang, namun PSSI memilih untuk lebih cepat mengahiri kerjasama dengannya.

Dengan demikian PSSI harus membayar pinalti yang dikabarkan cukup besar untuk memutus kontrak McMenemy di tengah jalan. Namun Ketum PSSI terpilih Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mengaku siap membayar kompensasi tersebut.

“Membayar kompensasi itu risiko karena memang aturannya begitu. Kita pilih mana prestasi atau uang? Kami tentunya memilih prestasi karena ini mungkin, maaf, kalau uang bisa dicari kan. Jadi, prestasi ini yang kami kejar karena nama baik Indonesia,” kata Iwan Bule.

“Ini nama baik dan pertaruhan nama Indonesia atau bangsa Indonesia. Jadi, ya membayar kompensasi itu risiko kami, karena ada aturan dalam kontrak tersebut. Kami harus tindak lanjuti,” kata Ketum PSSI itu menambahkan.

Disinyalir gaji McMenemy sendiri menyentuh angka $20,000 (Rp 280 juta) per bulan. Dan PSSI harus memberi kompensasi kepada mantan pelatih kepala Filipina itu dengan gaji yang akan ia dapatkan selama sisa kontrak – hingga Desember 2020 – yang akan berjumlah sekitar US $ 260.000 (Rp 3.6 miliar).

Dua nama pelatih dikabarkan menjadi kandidat pelatih baru Timnas, yakni Luis Milla (Spanyol) dan Shin Tae-yong (Korea Selatan).

Sebelumnya Timnas kalah dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), UEA (0-5) dan Vietnam (1-3) di laga kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023.