Robert Rene Alberts Nilai Jadwal Persib Bandung vs Arema FC Tidak Sesuai Logika

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, kembali mengkritisi jadwal di Liga 1 2019. Kali ini, dia menilai hal yang tidak wajar untuk jadwal pertandingan Persib kontra Arema FC yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 12 November nanti.

Sebenarnya, itu merupakan laga tunda yang semestinya digelar pada 28 September lalu. Namun lantaran Persib tidak mendapatkan izin dari Kepolisian untuk melaksanakan pertandingan sesuai jadwal tersebut, akhirnya ditunda hingga, Selasa (12/11).

Namun yang menjadi masalah bagi Robert adalah, jadwal terbaru ini berbarengan dengan agenda FIFA match-day. Apalagi setidaknya ada tiga pemain Persib yang harus memenuhi panggilan tim nasional. Mereka adalah Febri Hariyadi dan Ardi Idrus yang dipanggil timnas Indonesia, serta Ezechiel N’Douassel yang mesti ke timnas Chad.

Tentunya kondisi ini akan mereduksi kekuatan tim Maung Bandung. Belum lagi, Kevin van Kippersluis diragukan bisa tampil pada laga big-match ini lantaran mengalami cedera.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya terpaksa menyelipkan beberapa pertandingan yang ditunda pada agenda FIFA match-day. Itu supaya selesainya kompetisi tidak molor dan tidak melewati batas pendaftaran klub untuk kompetisi antarklub Asia tahun depan pada akhir Desember nanti.

“Saya harus mengikuti aturannya, tapi hal itu tidak sesuai logika. Saya harus kritis ketika ada sesuatu yang memang itu harus dikritisi dan ini yang harus diperhatikan,” kata Robert, dikutip Tribun Jabar. 

“Mungkin ini satu-satunya liga di dunia yang tetap bermain di tengah agenda FIFA dan itu tidak bagus untuk Persib,” jelasnya.

Terkait dengan keseimbangan timnya yang terganggu pada laga ini, pelatih asal Belanda tersebut juga sudah mulai memikirkan komposisi pemain yang diinginkannya untuk musim depan bersama Persib. Itu supaya, kedalaman skuadnya bisa terjaga bila mengalami situasi seperti ini lagi.

“Lagi yang terpenting, musim depan seharusnya klub tidak perlu bermain di saat kalender FIFA, itu yang lebih penting. Saya tidak mengerti, sebagai pelatih yang sudah 35 tahun berkecimpung di dunia sepakbola hal itu bisa terjadi,” pungkasnya.