Soal Pengurus Baru PSSI, Edson Tavares: Saya Tidak Berharap Apa Pun Pada Federasi

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, membeberkan pengalamannya bekarier sebagai pelatih tim profesional sepakbola. Selama kurang lebih 37 tahun, pria asal Brasil itu melatih berbagai tim.

Ia juga sudah kenyang pengalaman melatih tim-tim di Asia, dari mulai Vietnam, Yordania, klub-klub di Jepang, hingga ia akhirnya menukangi salah satu klub besar di Indonesia, Persija.

Tavares pun membeberkan harapannya kepada pengurus baru PSSI periode 2019-2023. Ia berharap pengurus bisa mendengarkan saran dari orang yang profesional, dan juga berpengalaman.

“Saya dua kali melatih Vietnam, pada 1994 dan 2004. Pada 2004, saya bangun ulang lagi rencananya bersama Alfred Riedl. Federasi di sana menerima saran kami dan mendengarkan orang-orang yang berpengalaman,” urai dia.

“Di Vietnam, semua orang tahu sepakbola. Di Indonesia, semua orang tahu sepak bola, dan semua orang ahli sepakbola,” imbuhnya sambil tersenyum.

Jika ingin timnas Indonesia ingin maju, menurut Tavares, penjadwalan kompetisi di Indonesia harus lebih baik. Sebagai catatan, jadwal yang disusun oleh PT Liga Indonesia Baru selaku operator memang tak bisa memuaskan semua pihak.

“Jika kami mengirimkan surat tentang hal ini ke FIFA, FIFA akan berikan sanksi ke federasi. Bagaimana kalian bermain selama delapan pertandingan setiap bulan? Pemain menderita di lapangan, tapi federasi hanya bisa berkata maaf atau tak beruntung.”

“Mereka tidak menyadari, tidak ada timnas yang kuat tanpa klub yang kuat. Jika klub pun tidak kuat, maka timnas itu omong kosong.”

“Saya bukan orang yang peduli politik. Tapi saya akan mengatakan yang sejujurnya. Saya tidak berharap apapun kepada federasi.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.