Pelatih Persija: Jangan Harap Timnas Indonesia Berkualitas kalau Liganya Lemah

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, mengkritik jadwal Liga 1 2019 yang berpengaruh terhadap kualitas sebuah timnas Indonesia.

Edson Tavares, pelatih Persija Jakarta, menyebut bahwa liga menjadi cerminan kualitas tim nasional.

Menurut Tavares tak ada timnas hebat tanpa kompetisi sepak bola yang berlangsung dengan sehat.

Akan tetapi, pelatih 63 tahun itu menilai Liga 1 2019 masih memiliki kekurangan sehingga membuat kualitas timnas Indonesia tak maksimal.

“Jika klub-klub di suatu negara lemah maka kualitas timnasnya hanya omong kosong,” ujar Tavares dilansir BolaSport.com dari Antara.

Ada beberapa aspek yang menurut Edson menjadi kelemahan sepak bola Indonesia.

Salah satunya, pelatih asal Brasil ini menyoroti penjadwalan yang tidak masuk akal di kompetisi Liga 1.

Menurut Edson, jadwal pertandingan Liga 1 terlalu padat dan sangat berpotensi membuat para pemain kelelahan.

Ditambah lagi, kondisi geografis Indonesia yang luas membuat jarak satu tempat ke tempat lain berjauhan.

“Tidak mungkin pemain itu berlaga sekali dalam empat hari. Bagaimana bisa di Indonesia menjalani delapan pertandingan setiap bulannya?” ujar Tavares.

Baca Juga: Persela Vs Barito Putera, Nilmaizar Awasi Dua Mantan Pemain Timnya

“Pemain yang menderita di lapangan. Kalau ada apa-apa dengan mereka (pemain), federasi paling cuma meminta maaf atau menyebut itu hanya ketidakberuntungan,” kata mantan pelatih timnas Yordania ini.

Pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia juga dinilai terlalu lama oleh Edson Tavares.

Akibatnya, para pelatih klub akan kesulitan menerapkan taktik karena pemain yang tidak lengkap.

Bahkan tak jarang pemain yang dipanggil timnas kembali dalam kondisi cedera dan merugikan pihak klub.

Tavares juga meminta PSSI untuk belajar dari Federasi Sepak Bola Vietnam.

Maklum, Tavares pernah dua periode menangani timnas berjuluk The Golden Stars itu pada 1994-1995 dan 2004.

Kala dilatih Tavares, timnas Vietnam selalu kesulitan mengalahkan Indonesia.

Akan tetapi sekarang keadaan berbalik, Vietnam yang kerap mengungguli tim Garuda.

Vietnam bahkan menjadi negara Asia Tenggara dengan ranking FIFA tertinggi yakni 97.

Hal itu, menurut Tavares, adalah karena stakeholder sepak bola di Vietnam mau mengevaluasi kesalahan yang mereka lakukan.

“Vietnam mendengarkan masukan dari saya dan pelatih berpengalaman lain seperti Alfred Riedl,” kata Tavares.

Momen pergantian pengurus PSSI diharapkan mampu membawa perubahan dalam sistem kompetisi, termasuk soal penjadwalan.

PSSI memiliki ketua umum baru hasil Kongres Pemilihan di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Sabtu (2/11/2019).

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, terpilih sebagai Ketua Umum PSSI yang baru.

Iwan Bule akan didampingi dua Wakil Ketua Umum PSSI yakni Cucu Soemantri dan Iwan Budianto.

Selain itu, ada 12 anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang terpilih dalam kongres tersebut yaitu Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Pieter Tanuri, Endri Erawan, Juni Rahman, Ahmad Riyadh, Yunus Nusi, Sonhadji, Hasani Abdul Gani, dan Vivin Cahyani.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.