Iwan Bule Diminta Ciptakan Kultur Sepak Bola Indonesia

Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI, diminta menciptakan kultur sepak bola khas Indonesia di masa kepemimpinannya.

Terpilihnya M Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 mengundang komentar dari Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN), Suhendra Hadikuntono.

Kepada awak media termasuk BolaSport.com, Suhendra meminta Iwan Bule sapaan akrab M Iriawan bisa menciptakan kultur sepak bola Indonesia.

Suhendra menilai visi dan misi Iwan Bule untuk membuat perubahan di PSSI sudah sangat bagus.

Tidak tanggung-tanggung, ia mendukung penuh Iwan Bule di federasi sepak bola Indonesia itu.

Ada dua hal yang disoroti Suhendra pascaterpilihnya Iwan Bule menjadi Ketum PSSI.

Pertama, Iwan Bule harus melakukan reorganisasi di internal PSSI.

Saat ditanya contohnya seperti apa, Suhendra tidak menjawab.

Ia yakin Iwan Bule sosok profesional yang tahu dan bisa mengatasi masalah di PSSI.

“Saya berharap Iwan Bule bisa melakukan reorganisasi internal PSSI. Artinya, ia harus menyelesaikan masalah internal. Beliau yang lebih tahu. Saya tidak perlu ajarkan,” kata Suhendra, Minggu (3/11/2019).

Kedua, Suhendra mengatakan Iwan Bule pasti memiliki tujuan utama di PSSI.

Namun, ia berharap mantan Kapolda Jawa Barat itu bisa membangun kultur sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, pengurus PSSI yang lalu sudah membuat kurikulum sepak bola Indonesia yang disebut Filanesia.

Filanesia lebih kepada mengajarkan cara bermain sepak bola Indonesia mengarah ke Spanyol.

“Kultur sepak bola kita itu apa. Sepak bola di negara maju saja sudah punya kulturnya. Kita harus tunjukan ini loh cara bermain sepak bola kita. Bukan mengikuti permainan negara-negara Eropa, Jepang, atau siapa pun itu,” kata Suhendra.

Meskipun demikian, ia tetap mengucapkan selamat dan mendukung penuh agar keinginan Iwan Bule membuat perubahan di PSSI berjalan lancar.

Jika visi dan misi Iwan Bule tidak dijalankan, Suhendra mengatakan KPSN siap untuk memberikan kritikan kepada Iwan Bule.

“KPSN akan tetap kritis. Akan menjadi check dan balance. Jadi penyeimbang. Jadi selama ada yang tidak benar di PSSI, ya kami akan ambil sikap,” kata Suhendra.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.