Persebaya Ajukan Banding soal Sanksi Laga Tanpa Penonton

Persebaya Surabaya bakal mengajukan banding soal sanksi berat yang mereka dapat dari Komdis PSSI. Klub berjulukan Bajul Ijo itu mendapat sanksi berupa denda Rp200 juta dan larangan tanpa penonton saat laga kandang dan tandang.

Itu merupakan imbas kerusuhan suporter setelah laga Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019). Bonek kecewa melihat Persebaya kalah 2-3 pada laga pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019 itu.

Pada laga itu, Bonek menyalarakan flare dan smoke bomb. Suporter dengan warna kebesaran hijau itu juga membakar dan merusak beberapa properti setelah bangku cadangan, gawang, hingga lintasan lari.

“Kami akan ajukan banding. Roh dari putusan ini apa? Apa ada efek jera? Tujuan sanksi ini sebenarnya untuk membina atau membinasakan?” kata Ram Surahman, sekretaris tim Persebaya.

Yang jadi persoalan adalah Bonek tidak menyerang pemain atau suporter PSS Sleman sama sekali. Mereka merusak fasilitas dan properti stadion sebagai wujud protes kepada manajemen Persebaya.

Pertandingan itu menjadi kekalahan pertama Persebaya Surabaya di kandang. Termasuk laga itu, Ruben Sanadi dkk. juga sudah melewati enam pertandingan tanpa kemenangan.

Edukasi Suporter

Ram berharap Komdis PSSI mau turut andil memberi edukasi terhadap suporter. Menurutnya, Persebaya Surabaya sudah mengusulkan hal itu sejak musim lalu, namun belum ada respons dari Komdis PSSI.

“Marilah kita kolaborasi membina suporter. Jangan seolah komdis ini berdiri sendiri di menara yang tinggi. Kami terbuka kalau komdis mau kolaborasi,” imbuh pria asli Gresik itu.

Menurut Ram, sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persebaya memiliki kalimat yang bersayap. Berikut bunyinya:

“Larangan tanpa penonton pada saat laga home dan away sampai akhir musim kompetisi 2019 dan denda Rp. 200.000.000.”

Arti anak kalimat “larangan tanpa penonton” adalah melarang menggelar laga tanpa penonton, atau harus ada penonton. Jika maksudnya merujuk pada diharuskan menggelar pertandingan tanpa penonton pun kurang tepat.

Saat laga kandang, Persebaya yang berstatus sebagai tim tuan rumah bisa memastikan duel itu tidak dihadiri penonton.

Lantas, bagaimana dengan laga tandang? Persebaya menilai tidak mungkin Komdis PSSI juga melarang tuan rumah menggelar laga tanpa penonton saat menjamu tim Bajul Ijo.