Kejutan, Arema Putri Takluk dari Tim Juru Kunci Persebaya

Arema FC kembali meraih hasil buruk pada laga kedua Liga 1 Putri 2019 Grup B Seri III di Stadion Cendrawasih, Biak Numfor, Papua, Minggu (3/11). Giliran Persebaya Surabaya meruntuhkan Sheva Imut Furyzcha dan kawan-kawan 1-0. Sebelumnya tuan rumah Persipura Jayapura-Tolikara menekuk Arema 2-0, Sabtu (2/11) siang.

Tak pelak posisi puncak klasemen kini direbut Persipura yang meraup poin 25. Tim asuhan Samuel Weya itu Minggu sore membukukan kemenangan beruntun dalam dua hari usai melabrak PSM Makassar 3-0 lewat gol-gol Barbalina Salampessy menit ke60 dan 82 serta Regina Wonda (70).

“Pemain belum kembali kepada top performance dalam dua hari pertandingnan. Dua kekalahan dari Persebaya dan Persipura, salah satu sebabnya oemain masih kelelahan karena H-2 baru tiba di Biak. Kami juga hanya membawa 18 pemain,” kata pelatih Arema Alief Syahriza, kepada TopSkor.

Sedangkan bagi Persebaya hasil ini mengejutkan, mengingat sebelumnya mereka menelan delapan kekalahan beruntun dan berada pada posisi juru kunci. “Alhamdulillah kami bisa meraih kemenangan perdana. Hasil ini menunjukkan progres positif,” ucap pelatih Persebaya, Muhammad Ridwan.

Di Grup A, Persija Jakarta, Tira Persikabo, PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persib Bandung kembali mempersiapkan timnya jelang tampil perdana pada Seri III, Senin (4/11) ini. Persija menjalani laga pertama hari ini menjamu PSIS di Stadion Pakansari, Bogor.

Pelatih John Arwandhi merasa ada penurunan peforma yang harus segera dibenahi oleh para pemainnya, terutama masalah mental bermain. “Maka itu persiapan Seri III saya tidak terlalu menonjolkan masalah taktikal, lebih kepada membangun latihan dengan game-game yang menjurus kebersamaan tim, untuk menciptakan situasi nyaman,” kata John.

“Jadi, kalau secara psikologis ada yang namanya otak itu akan memengaruhi fisik. Hal ini yang sedang kami perbaiki untuk menjalani laga Seri III,” John menambahkan. Dengan kembalinya pemanggilan timnas putri untuk persiapan SEA Games di Filipina, Persija juga harus tanpa beberapa pilar seperti Zahra Muzdalifa dan Mayang ZP.

Namun bagi John, kondisi ini tidak terlalu bermasalah karena dirinya sudah mempersiapkan tim menghadapi situasi seperti ini. “Sebelumnya ketika persiapan kami juga tanpa mereka, namun tidak dapat dimungkiri juga mereka menghadirkan warna permainan yang baik untuk Persija,” ujarnya.

Sementara asisten pelatih Tira Persikabo Adi Kuswanto mengaku kembali dipilihnya kandang mereka Stadion Pakansari oleh PSSI untuk melangsungkan Seri III menjadi poin plus untuk tim. Tetapi pemain harus tetap berlatih keras untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Kondisi ini menjadi motivasi yang lebih bagi pemain karena mereka tentu akan didukung orang terdekat seperti keluarga dan lain-lain. Untuk permainan saya hanya ingin mereka konsisten selama bertanding,” ujarnya.*Noval Luthfianto/Nizar Galang Gandhimar