Peluang Jadi Ketum PSSI Kecil, tapi Arif Kukuh Maju Terus

Arif Putra Wicaksono tak peduli dengan dukungan untuk menjadi ketua umum PSSI minim. Dia akan maju terus dan meramaikan pemilihan di Kongres awal November itu.

Arif menjadi salah satu calon ketua umum dalam Kongres PSSI pada 2 November. Arif mengusung program pengembangan klub yang lebih mengacu kepada FIFA Club Licensing. Itu bukan barang baru bagi dunia sepakbola, tapi di Indonesia belum diterapkan dengan benar. Program lainnya adalah membentuk koperasi suporter, dan penggunaan video assistant referee (VAR).

Meski menyebut programnya amat menjanjikan, namun Arif menyadari tawaran itu belum tentu menarik bagi pemilik suara. Terlebih dia tak punya banyak waktu menjelaskan program kepada voters karena PSSI menghapus rencana adu debat antarcalon.

Malah calon lain cukup agresif. Di antaranya meminta agar dia mundur dari Kongres. CEO dari Nine Sport Inc itu menolak.

“Ada beberapa yang mengajak mundur dan merapat ke kubu lain, tapi saya tidak mau. Bisa bertahan sampai akhir pertandingan itu saja sudah pencapaian oke. Ini bisa jadi contoh untuk anak saya nanti. Seandainya saya kalah, saya masih bisa bertepuk tangan untuk diri sendiri,” kata Arif dalam bincang-bincangnya dengan detikSport di kawasan SCBD, Jakarta.

Arif tak mau mundur agar perjuangannya ini bisa dicontoh oleh anaknya. Dia tak mau anaknya nanti menjadi sosok dewasa yang mudah menyerah.

“Saya juga bakal kasih tahu ke anak saya untuk jangan takut kalah. Hidup ini kalau maunya menang terus, tidak bakal bisa survive. 2016 saya sudah kalah. Dalam hidup saya sudah sering kalah, jadi kekalahan bukan sesuatu yang menakutkan buat saya,” Arif menegaskan.