Ditangkap Satgas Anti Mafia Bola, Ini Cerita Bendahara Kalteng Putra

Bendahara klub Liga 1 2019, Kalteng Putra, Khairul Fahmi angkat bicara atas dugaan pengaturan skor dalam pertandingan kontra Persela Lamongan.

Bendahara Kalteng Putra, Khairul Fahmi akhirnya buka suara terkait dugaan pengaturan skor dalam laga pekan ke-25 Liga 1 2019.

Partai itu mempertemukan Kalteng Putra kontra Persela Lamongan, Minggu (27/10/2019).

Sebelumnya, Fahmi dan dua rekannya dari manajemen Kalteng Putra bersama dengan enam orang perangkat pertandingan sempat diamankan oleh Satgas Anti Mafia Bola yang bekerja sama dengan Polda Kalteng.

Fahmi dan tujuh orang lainnya ditangkap pada Senin (28/10/2019) pukul 03.00 WIB.

Mereka baru dibebaskan pada pukul 23.00 WIB pada hari yang sama setelah terbukti tidak bersalah.

Fahmi menyebutkan, bahwa tindakan penangkapan yang dilakukan polisi terhadap dirinya dan rekan-rekannya didasarkan atas laporan seseorang terkait hasil laga.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui siapa orang yang melaporkannya tersebut.

“Untuk nama pelapor saya lupa, setahu saya ia bergelar sarjana hukum,” kata Fahmi dilansir Bolasport.com dari Antara News.

Fahmi menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan pelaporan tersebut.

Karena selama ini, dia sudah bekerja secara jujur sebagai bendahara tim dan tidak pernah berniat melakukan pengaturan skor atau menyuap wasit.

Akan tetapi, Fahmi mengatakan bahwa laporan tersebut cukup merugikan Laskar Isen Mulang yang mendapat stigma negatif.

“Tim jelas terganggu dong, apalagi dalam persoalan ini ada permainan,” ucap Fahmi.

Di sisi lain, Kalteng Putra juga sedang diterpa masalah finansial terkait keterlambatan pembayaran gaji para pemainnya.

Menanggapi hal tersebut, Fahmi menyatakan bahwa masalah itu sudah diselesaikan dan gaji pemain yang menunggak sudah dibayarkan.

“Mengenai gaji, saya tanyakan ke kapten tim, katanya sudah menerima,” ujar Fahmi.

“Mengenai semua sudah dibayar atau tidak, saya kurang begitu mengetahuinya,” katanya menandaskan.

Khairul Fahmi dan dua rekannya dari manajemen klub beserta enam perangkat pertandingan ditangkap oleh Satgas Anti Mafia Bola dengan dugaan menerima aliran dana dalam kerangka pengaturan skor pertandingan Kalteng Putra versus Persela Lamongan.

Namun mereka dibebaskan setelah terbukti tidak bersalah karena aliran dana yang masuk ke rekening mereka merupakan honor atas pekerjaan mereka memimpin pertandingan Kalteng Putra versus Persela.