Menpora Bantah Bicara Kongres PSSI dengan Calon Ketua Umum

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali membantah membicarakan Kongres PSSI dengan salah satu calon Ketua Umum.

Zainudin bertemu dengan Vijaya Fitriyasa dan Fary Djemi Francis, serta salah satu anggota komite eksekutif PSSI Refrizal, di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (28/10) petang.

Lihat juga: Ricky Soebagdja: Jual Es Mambo Hingga Emas Olimpiade
Mantan anggota dewan itu membantah pertemuan dengan dua calon Ketua Umum PSSI itu berisi pembicaraan soal kongres yang akan berlangsung 2 November mendatang.

“Pertemuan hari ini hanya ngobrol saja. Pak Fary ini kebetulan kawan lama saya di DPR,” kata Zainudin.

Menpora Bantah Bicara Kongres PSSI dengan Calon Ketua UmumVijaya Fitriyasa bertandang ke kantor Kemenpora, Senin (28/10). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Lebih lanjut mantan anggota DPR dari Gorontalo itu menegaskan bakal bertemu dengan PSSI untuk membicarakan Piala Dunia U-20 2021.

“Besok [Selasa (29/10)] juga saya akan panggil PSSI kaitannya dengan Piala Dunia U-20 2021. Saya mau tahu persiapannya seperti apa. Soalnya saya harus segera lapor ke Presiden,” jelas Zainudin.

Vijaya pun membantah meminta restu dari Menpora. Pengusaha yang juga telah mengakuisisi saham mayoritas Persis Solo itu menjelaskan pertemuan diadakan untuk meminta bantuan pemerintah terkait perbedaan pendapat pelaksanaan kongres pemilihan Ketua Umum PSSI.

Menpora Bantah Bicara Kongres PSSI dengan Calon Ketua Umum
Kendati PSSI telah menetapkan kongres pemilihan berlangsung 2 November, La Nyalla yang merupakan salah satu calon ketua umum menilai kongres tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi FIFA.

Lihat juga: Rossi Soal MotoGP Australia: Jalur Lurus Rusak Balapan
“Bukan minta restu, tapi setelah Pak La Nyalla menarik diri dari kongres 2 November nanti karena menganggap tidak sesuai dengan keinginan FIFA, saya ingin pemerintah memfasilitasi pihak yang berselisih pendapat tersebut. Ada yang menginginkan kongres Januari, tapi PSSI tetap ingin November.”

“Jangan sampai Kongres November nanti berakhir jadi masalah. Kalau masalah, FIFA nanti bakal meninjau kembali status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” jelas Vijaya. (ttf/bac)