Achmad Hisyam Tolle Merasa Terpukul dengan Hukuman Komdis PSSI

Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, menerima kenyataan pahit berupa sanksi dari Komite Disiplin (komdis) PSSI kepada dirinya. Sanksi larangan bermain dan beraktivitas dalam sepak bola di lingkungan PSSI selama lima tahun ke depan harus ditanggung pemain asal Makassar ini akibat ulahnya.

Achmad Hisyam Tolle menjadi buah bibir seantero Indonesia dalam sepekan terakhir. Pemain berusia 24 tahun tersebut melakukan dua jenis pelanggaran yang memalukan bagi seorang atlet profesional.

Pertama, Achmad Hisyam Tolle mendaratkan tendangan kungfu kepada pemain Persis Solo, Shulton Fajar dalam laga di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).

Kedua, Hisyam Tolle melakukan intimidasi kepada wartawan Goal Indonesia, Budi Cahyono, setelah melakukan tendangan kepada Shulton. Hisyam Tolle meminta dengan paksa sang wartawan agar menghapus file foto dirinya saat menendang Shulton.

Komdis PSSI pun menjatuhkan hukuman dalam sidangnya. Tolle mengaku terpukul dengan hukuman tersebut. Ia mengaku hukuman itu sangat memberatkan dan akan mengajukan banding.

“Saya memang salah. Namun, hukuman lima tahun sangat berat. Apalagi saya hidup dari sepak bola. Dalam surat keputusan diperbolehkan banding. Ada waktu dua pekan maksimal, tentu saya akan banding,” terang Achmad Hisyam Tolle, Minggu (27/10/2019).

Untuk merealisasikan banding terhadap keputusan Komdis PSSI, mantan bek PSS Sleman ini pun akan meminta bantuan dari manajemen PSIM Yogyakarta dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) terkait dengan pendampingan hukum dan pengajuan banding.

Tanggung Jawab Pemain

Sementara itu, CEO PSIM, Bambang Susanto berharap ada keringanan hukuman untuk Achmad Hisyam Tolle dari Komdis PSSI. Meski menurutnya hal itu adalah bentuk tanggung jawab dari sang pemain yang bersangkutan.

“Untuk hukuman pemain, saya serahkan ke pemain yang bersangkutan karena dia yang harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,” ucap Bambang.

1 Comment

Comments are closed.