Peluang Stadion Mandala Krida untuk Piala Dunia U-20 Pasca Kerusuhan Suporter

Stadion Mandala Krida di Yogyakarta menatap peluang menjadi venue Piala Dunia U-20 2021. Selain sejumlah kekurangan dari segi fasilitas, sempat terjadi kerusuhan penoton di markas klub PSIM Yogyakarta itu belum lama ini.

Saat pertandingan Liga 2 2019 mempertemukan PSIM Yogyakarta menjamu Persis Solo, Senin (21/10/2019), suporter menyerbu ke lapangan dan terjadi bentrokan dengan aparat keamanan hingga menyebabkan kerusakan di beberapa titik.

Pihak pengelola Stadion Mandala Krida selesai mendata kerusakan di stadion tersebut akibat kerusuhan. Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya, mengatakan ada kerusakan akibat kericuhan penonton.

“Dari sarana-prasarana stadion relatif aman, kerusakan paling parah ada di beberapa pintu. Kami total kerugiannya sekitar Rp16,5 juta,” jelas Eka Heru Prasetya, Minggu (27/10/2019).

“Untuk lintasan atletik aman. Termasuk rumput lapangan meski ada beberapa kali lemparan bom asap,” katanya.

Pihak pengelola Stadion Mandala Krida berharap panitia pelaksana (panpel) PSIM untuk menanggung biaya kerusakan. Ia juga mendapat instruksi apa pun dari pemerintah provinsi DIY terutama Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Masih Normal

Terkait peluang Stadion Mandala Krida untuk venue Piala Dunia U-20, pihaknya belum dapat berkomentar banyak setelah kericuhan penonton yang baru saja terjadi. Pengelola stadion masih menunggu arahan dari pemerintah provinsi.

“Semua masih normal saja, belum tahu nanti ke depan seperti apa untuk Piala Dunia U-20 nanti,” jelas Eka Heru Prasetya.

Di sisi lain, pada laga itu, Persis berhasil menggulung PSIM dengan skor 3-2. Laga tersebut sempat diwarnai pula oleh aksi tendangan kungfu yang dilakukan Achmad Hisyam Tolle.