Rusuh, Sikap Tak Terpuji Pemain Warnai Laga PSIM Yogyakarta vs Persis Solo

Laga PSIM Yogyakarta versus Persis Solo yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10) petang, berakhir rusuh. Pertandingan bertajuk derbi Mataram itu memang berlangsung dalam tensi tinggi, mengingat rivalitas yang begitu kental dari kedua tim.

Terlebih, dibumbui dengan kans tersisa satu tiket ke babak delapan besar dari grup Timur yang harus mereka perebutkan bersama dengan Martapura FC. Tapi setelah mengetahui Martapura berhasil menang di kandang PSBS Biak sebelum pertandingan berlangsung, harapan kedua tim untuk lolos pun pupus.

Akhirnya, pertandingan berlangsung hanya untuk mempertahankan gengsi. Di dalam lapangan, keributan antarpemain diawali pada masa injury time babak kedua. Saat itu, Persis dalam kondisi unggul 3-2.

Pemain Persis Mochamad Shulton Fajar terkesan mengulur-ngulur waktu. Sehingga memancing emosi gelandang PSIM, Achmad Hisyam Tolle, yang langsung menghampiri dan memukul Shulton. Sontak, Tolle pun dikenai kartu kuning kedua yang disusul kartu merah oleh wasit Zetman Pangaribuan, sehingga membuatnya harus keluar dari lapangan permainan.

Tak sampai di situ, sikap provokatif kembali ditunjukkan Shulton dan memantik pemain PSIM lainnya, Raymond Ivantonius Tauntu, untuk juga memukulnya. Raymond akhirnya juga dikenai kartu merah. Tapi, tanpa tedeng aling-aling Tolle yang masih emosional kembali menghampiri Shulton dan kali ini mengeluarkan jurus tendangan kungfu ke arah Shulton.

Namun sikap tidak terpuji Tolle tidak berhenti sampai di situ. Dia yang mengetahui aksinya tersebut terekam kamera jurnalis, langsung meminta foto-foto dirinya segera dihapus. Intimidasi pun dilakukan di pinggir lapangan terhadap sang jurnalis, dan sempat ditenangkan oleh rekan setimnya Hendika Arga dan Aldaier Makatindu.

“Kamera memang sempat diambil sama Tolle, namun saya bilang ke dia, jangan di sini (pinggir lapangan) hapus fotonya karena biar lebih aman lantaran kondisi sudah rusuh di dalam lapangan. Lalu, saya diajak Arga untuk ke ruang ganti sambil dia menenangkan Tolle bersama Aldaier,” beber Budi Cahyono, jurnalis Goal Indonesia yang diminta fotonya dihapus Tolle.

“Pas di ruang ganti, Tolle meminta semua foto yang ada dirinya di kamera saya dihapus. Untungnya, kamera saya tidak rusak,” jelasnya.

Sementara itu, di luar stadion, suporter yang kecewa yang berbuat rusuh menyebabkan truk polisi ada yang pecah dan terdapat mobil yang dibakar. Gas air mata pun terpaksa dilepaskan pihak kepolisian untuk membubarkan massa. Hingga akhirnya kericuhan bisa diredam.

Pertandingan sendiri statusnya dianggap sudah berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persis.