Ricuh PSIM Vs Persis, Hisyam Tolle Melayangkan Tendangan Kungfu ke Pemain Lawan

Jakarta Perilaku tidak beradab ditunjukkan pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, saat timnya berhadapan dengan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019). Pemain berusia 25 tahun itu menyerang pemain lawan dengan tendangan kungfu dan juga mengintimidasi jurnalis yang bertugas di sana.

Ainur Rohman, editor Jawapos dalam kicauannya menyebutkan, Hisyam Tolle awalnya dikartu merah wasit gara-gara memukul gelandang Persis, M Sulthon. Saat mengetahui Sulthon tengah berada di pinggir lapangan, Hisyam yang sudah melepaskan kostumnya tiba-tiba berlari ke lapangan. Sejurus kemudian dia melayangkan tendangan ke arah Sulthon.

Aksi ini sempat terekam dan kini viral di media sosial. Aksi ini kemudian memicu keributan yang lebih besar lagi karena penonton mulai turun ke lapangan. Para pemain Persis Solo pun berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju lorong ganti Stadion Mandala, Krida.

Aksi Hisyam ternyata tidak sampai di situ saja. Mantan pemain PSM Makassar tersebut juga menyerang wartawan yang mengabadikan kejadian itu. Hisyam yang juga pernah bermain di Sriwijaya FC memaksa wartawan untuk menghapus foto-foto yang ada di kameranya.

Indsiden ini menuai kecaman dari berbagai kalangan. Salah seorang pengguna Twitter yang mengaku pendukung PSIM Yogyakarta, Angger Worodjati, juga kecewa melihat kelakuan Hisyam.

Terancam Pidana

Tindakan Hisyam dalam pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo itu tidak hanya menggambarkan sikap tidak profesional sebagai pesepak bola. Kekerasan yang dilakukannya terhadap wartawan juga melanggar undang-undang. Sebab UU Pers pasal 4 telah menjamin kemerdekaan pers dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan atau informasi yang didapat.

Dalam ketentuan pasal 18 UU pers disebutkan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 diancam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Gas Air Mata

Derbi Mataram yang menjadi laga pamungkas penyisihan Grup Timur Liga 2 2019 memanas jelang berakhirnya laga di mana Persis Solo sebagai tim tamu unggul 3-2 atas PSIM Yogyakarta.

Dalam penghujung laga, wasit memberikan tambahan waktu lima menit. Namun, baru dua menit masa injury time berlangsung, keributan pecah. Penonton berhamburan ke tengah lapangan.

Para pemain Persis Solo berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke ruang ganti. Kepolisian akhirnya melepaskan gas air mata yang membuat penonton berhamburan. Beberapa wanita dan anak kecil bertumbangan terkena gas air mata.

Mereka kemudian dibawa ke ruang media agar lebih kondusif. Kepanikan tampak di wajah penonton yang dievakuasi termasuk, Eva Siregar, istri Cristian Gonzales.

1 Comment

  1. Wah jika suporter persis sampai datang pasti akan terjadi pertumpahan darah di derby mataram . ini sepak bola bukan lagi perang. Ini sinyal bahaya untuk kedepan jika klub seperti psim, persis solo, persiba bantul, ppsm magelang, pss sleman, psis semarang, persijap jepara. Ada di liga 1 bisa-bisa bukan main bola tapi ajang pembantaian sesama suporter.

Comments are closed.