Pengamat Sepak Bola Imbau Calon Pengurus PSSI Dengarkan Publik

Pengamat sepak bola Indonesia, Tomy Welly, mengimbau para calon Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk memperhatikan aspirasi perubahan yang dikehendaki publik.

Pengamat sepak bola Tanah Air, Tomy Welly, angkat bicara terkait pergantian pengurus PSSI yang akan segera ditentukan lewat Kongres Pemilihan pada November nanti.

Secara khusus, pria yang kerap disapa Bung Towel tersebut mengimbau agar Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang baru bisa menerapkan perubahan dalam sepak bola Indonesia sesuai dengan aspirasi yang diinginkan publik.

Ia menilai hal tersebut perlu dilakukan mengingat terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB) 2019 yang diawali dari desakan publik yang menginginkan perubahan dalam dunia sepak bola nasional menuju arah yang lebih baik.

Towel juga berpendapat bahwa situasi sepak bola Indonesia yang dipenuhi permasalahan membuat publik geram dan menuntut adanya perubahan.

“Untuk Exco, yang tidak boleh dilupakan dalam kontestasi saat ini adalah aspirasi perubahan yang dikehendaki publik,” ujarnya dikutip Bolasport.com dari laman Tribun Bogor.

“Kondisi KLB ini kan dalam tanda kutip berawal dari desakan publik. Sesinya tercoreng akibat kasus match fixing.”

“Lalu rapat darurat (Ketua Umum PSSI) masih Joko Driyono 11 Februari lalu memutuskan KLB pada November nanti. Kan kalau kalender normalnya tahun depan. Tapi dipercepat karena desakan tadi,” ucapnya menyambungkan.

“Jadi, calon pemimpin PSSI ke depan, baik itu Ketum (Ketua Umum), Waketum (Wakil Ketua Umum), juga Exco harus sejalan dengan aspirasi perubahan publik sepak bola Indonesia,” tuturnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Tomy Welly juga menyebutkan sejumlah kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh para pengurus PSSI yang baru.

Menurutnya, pengurus PSSI yang baru harus memiliki pengetahuan tentang iklim sepak bola di Tanah Air dan mampu menghadirkan solusi yang tepat terkait permasalahan di sepak bola nasional tersebut.

“Menurut saya (pengurus PSSI) harus menjalankan agenda perubahan yang diinginkan publik sepak bola,” ujarnya.

“Orang-orang yang mengerti sepak bola, orang-orang yang punya integritas bagaimana membenahi sepak bola.”

“Karena konsep membangun sepak bola berprestasi hampir sama di seluruh dunia,” ucapnya menandaskan.