Pencapaian Lee Yoo-Joon Bersama Bhayangkara FC

Kiprah Bhayangkara FC di sepakbola Indonesia lekat dengan nama gelandang asing asal Korea Selatan, Lee Yoo-joon. Maklum, gelandang pekerja keras itu menjadi legiun impor yang paling awet bersama Bhayangkara.

Ketika masih berkandang di Surabaya dan belum berganti nama, Lee sudah berkostum The Guardian, ia pun melewati masa tiga pelatih asing, Simon McMenemy, Alfredo Vera, hingga terkini Paul Munster asal Irlandia Utara.

Lee pun mencatatkan penampilan ke-100 untuk Bhayangkara, pada laga pekan lanjutan Liga 1 2019, menghadapi TIRA-Persikabo, di Stadion PTIK. Centenary Lee dirayakan seluruh pemain, dan manajemen Bhayangkara.

Sumardji selaku manajer Bhayangkara menyebut Lee “Pemain yang luar biasa” dan memberikan plakat tekhusus untuk gelandang berusia 30 tahun tersebut, atas penampilan ke-100 yang ia kemas bersama klub kepolisian itu.

Pernah merumput di Brasil bersama Americano FC hingga Atletico Sorocaba, siapa sangka Lee sempat frustrasi ketika kembali ke Korea Selatan untuk membela Icheon Citizen, Gangwon FC, dan terakhir Chungju Hummel.

“Waktu masih bermain di Korea, saat itu sedang banyak masalah di rumah. Saya mulai mencari pekerjaan selain sepakbola untuk membantu keluarga,” beber sosok peraih satu gelar juara Liga 1, pada musim 2017 tersebut.

Pindah ke Indonesia untuk membela Bhayangkara pada 2016, Lee pun sukses beradaptasi dengan baik. “Saat itu budayanya beda, tapi saya pernah main di negara lain [Brasil] jadi saya bisa beradaptasi dengan tim.”