Laga Penentuan, PSMS Medan Enggan Anggap Remeh Aceh Babel United

PSMS Medan dihadapkan pada laga hidup mati menghadapi Aceh Babel United di Stadion Teladan, Medan, Senin (21/10). Pasukan Jafri Sastra tidak punya pilihan lain kecuali memenangkan laga yang sudah tertunda dua kali ini demi satu tiket tersisa dari grup Barat ke babak delapan besar.

Tiga tiket sudah dikunci Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh, dan Sriwijaya FC. Kemenangan atas Persiraja membuat PSMS saat ini menghuni posisi keempat klasemen dengan 34 poin.

Kemenangan nantinya membuat Ayam Kinantan dipastikan ke babak delapan besar. Tidak terkejar dari dua rival beratnya Perserang Serang dan PSCS Cilacap yang juga bermain pada hari yang sama.

“Kalau ditanya persiapan sebenarnya kurang maksimal karena sangat mepet dengan pertandingan sebelumnya. Tapi itu tidak jadi alasan. Kami tidak punya kamus lain kecuali menang,” kata Jafri, Minggu (20/10).

Jafri pun tidak mau memandang kondisi lawan. Soalnya, tim besutan I Putu Gede itu terlambat datang dan baru tiba malam sebelum laga.
“Yang penting fokus dengan tim sendiri. Bagaimana bermain all out untuk menang,” tegas eks pelatih PSIS Semarang itu.

“Mereka juga sudah kehilangan target. Tidak di bawah dan di atas. Tapi begitu pun kami tidak mau berleha-leha. Tetap disiplin dan main maksimal demi kemenangan,” jelasnya.

Pada laga ini PSMS dipastikan tanpa Bruno Casimir dan Kesuma Satria karena akumulasi. Selain itu, Rendi Syahputra juga masih cedera.

“Ya, ditambah lagi Tri Handoko sempat bermasalah dengan kakinya dari laga sebelumnya. Tapi siapapun yang turun harus all out. PSMS harus menentukan nasibnya sendiri,” tambah mantan pelatih Mitra Kukar itu.(gk-71)