Kekuatan Persis Solo Tergerus, PSIM Yogyakarta Bakal Menyerang Total

Partai hidup mati ditampilkan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, mempertemukan PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 2019, Senin (21/10), kick-off pukul 15.30 WIB.

Pendukung kedua tum yang memiliki sejarah rivalitas di Tanah Mataram ini sudah memanas sejak sepekan terakhir di lini massa. Kedua suporter mengklaim timnya adalah penguasa Mataram.

Pada putaran pertama, Laskar Mataram ditekuk Laskar Sambernyawa dengan skor 2-1 di Stadion Wilis, Kota Madiun. Dua gol tuan rumah dicetak Iman Budi Hernandi dan Slamet Budiyono, dengan gol balasan dari Cristian “El Loco” Gonzales.

Sandro Tonali, “Andrea Pirlo Baru” Siap Mengguncang Sepakbola Italia
Pelatih PSIM, Liestiadi Sinaga, mengaku respek dengan kekuatan Persis di bawah juru taktik Salahudin yang didatangkan untuk mempertajam taktikal di tim kepelatihan.

“Solo adalah tim bagus, itu terbukti di pertandingan terakhir lawan PSBS Biak menang 3-0. Pemain sudah kami simulasikan kekuatan dan kelemahan Persis. Kami punya style sendiri, permainan lawan Tuban kami pertahankan,” tegas Liestiadi.

Kembalinya Witan Sulaeman dan Cristian Gonzales menjadi kekuatan sendiri bagi tuan rumah di lini serang. El Loco akan ditunjang Yoga Pratama, Sutanto Tan, Ichsan Pratama, dan Witan. Empat gelandang ini memiliki kecepatan yang bisa membahayakan lini pertahanan Persis yang tidak bisa menurunkan kapten tim, Jodi Kustiawan, karena cedera.

Empat bek Persis, Wirabuana Prayogo, M. Alaik Sobrina, Susanto, dan Andriantono Oriza harus tampil maksimal jika tak ingin menderita karena dibobol mesin serang PSIM.

“Kami tidak ingin melihat bagaimana cara bermain Solo, namun Solo harus mewaspadai permainan kami dengan tampil menyerang serta all out sejak menit pertama,” kata Liestiadi.

“Solo pasti berjuang habis-habisan, karena sama-sama memiliki asa lolos delapan besar. Tapi kami bermain jadi tuan rumah harus pertahankan marwah kami, harga diri kami, bahwa ini adalah Bumi Yogyakarta, tidak mungkin tim lawan mencuri poin di Yogya,” sambungnya.

Eks juru taktik Blitar Bandung United dan Persijap Jepara ini tak ambil pusing dengan beberapa pemain yang absen karena cedera dan akumulasi, seperti Hendra Wijaya, Junius Bate, dan Agung Pribadi.

Hendra yang mendapat hukuman akumulasi kartu akan digantikan perannya oleh Fisabillah ataupun A.M Bahtiar. Sementara Agung Pribadi yang cedera akan disiapkan Raymond Tauntu ataupun Heri Susilo.

Lawan Laskar Mataram, pelatih Persis, Salahudin dipusingkan dengan cederanya beberapa pemain pilar menjelang laga krusial tersebut. Jodi Kustiawan, dan M Isa dipastikan tak tampil, sementara pemain yang menyusul cedera pada jelang hari H yakni kiper utama Sendri Johansah dan Iman Budi.

“Sendri dan Iman Budi tampaknya tidak bisa maksimal. Sendri cedera engkel di sesi latihan terakhir, sehingga kami siapkan Rafit Ikhwanudin mengganti posisi Sendri. Kalau Iman sedikit ada masalah dengan kakinya, saya siapkan Ilham Irhaz,” ungkap Salahudin.

Kondisi ini tidak diinginkan Salahudin, karena tim yang dihadapi sangat kuat di semua lini. Saat membutuhkan pemain yang siap tempur, kondisi tim tidak komplet.

Formasi 4-1-2-3 akan kembali diusung Salahudin menghadapi racikan 4-4-2 Liestiadi. Absennya Oky Derry karena akumulasi akan digantikan M Shulton Fajar ataupun Dwi Cahyono sebagai gelandang bertahan di belakang dua gelandang serang Ilham Irhaz dan Beny Ashar. Sementara tiga lini serang disiapkan Ugiek Sugiyanto, Hapidin, dan Nanang Asripin.

“Saya maksimalkan pemain yang benar-benar dalam kondisi fit. Pertandingan ini bukan lagi bicara soal taktikal, tetapi lebih pada mental pemain dalam bertanding. Saya memotivasi pemain untuk tetap maksimal dan kerja keras walaupun teror suporter pasti sangat luar biasa,” jelas eks pelatih Barito Putera itu.

Kedua tim sama-sama memiliki nilai sama, 27 poin dan berada di peringkat kelima dan keenam. Kemenangan dalam derbi Mataram tidak akan berarti bagi kedua tim jika di laga lainnya, Martapura FC bisa meraih kemenangan di kandang PSBS Biak di Stadion Cendrawasih, Biak, Papua di hari yang sama.(gk-18)