Curhat Manajer Timnas Indonesia, dari Tekanan Hingga Tidak Bisa Tidur

Kekecewaan tak hanya dirasakan suporter Tanah Air atas gagalnya timnas Indonesia di babak penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, tetapi juga oleh Sumardji selaku manajer tim.

Manajer timnas Indonesia, Sumardji, prihatin melihat kondisi yang terjadi di skuat asuhan Simon McMenemy.

Sumardji mengatakan ia mendapatkan kepercayaan dari PSSI untuk menjadi manajer timnas Indonesia satu pekan sebelum pertandingan kontra Malaysia.

Siap tidak siap, Sumardji harus mengemban tugas tersebut, meskipun sebelumnya ia menjabat sebagai manajer timnas U-23 Indonesia.

Menjadi manajer timnas Indonesia tidak mudah bagi seorang Sumardji.

Terlebih saat ini kegagalan timnas Indonesia dalam empat pertandingan terakhir membuat dirinya pusing tujuh keliling.

Timnas Indonesia menunjukan permainan yang tidak memuaskan.

Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), dan Vietnam, mampu mempermalukan tim Merah Putih dengan mudah.

“Jujur, membawa timnas Indonesia itu berat,” kata Sumardji kepada wartawan termasuk BolaSport.com.

“Saat publik mengelu-elukan bahwa timnas Indonesia bisa berbicara banyak di Kualifikasi Piala Dunia 2022, tetapi nyatanya tidak. Empat kali bermain, tapi tidak ada satu poin didapatkan,” ucap pria asal Madiun, Jawa Timur, tersebut.

Lebih lanjut Sumardji menambahkan, ada banyak faktor yang membuat penampilan timnas Indonesia tidak menunjukkan kualitasnya.

Menurutnya, lebih mudah untuk mengurus timnas U-23 Indonesia daripada senior.

“Mulai dari para pemainnya yang lebih mudah diajak koordinasi, begitu juga klub yang kami bisa tarik pemainnya, tidak seperti timnas senior,” kata Sumardji.

Pria berpangkat AKBP Kepolisian Republik Indonesia itu juga mengaku tidak bisa tidur setelah kekalahan timnas Indonesia dari Malaysia dan Thailand.

Saat melawan UEA, Sumardji memang sudah pasrah, namun ketika berjumpa Vietnam, hasilnya tidak sesuai target.

“Saya tidak bisa tidur selama dua hari setelah tim ini kalah dari Thailand. Lalu pas lawan Vietnam, saya hanya minta satu poin saja, tapi tidak juga didapatkan,” ucap Sumardji.

Meskipun demikian, Sumardji tidak kapok menjadi manajer timnas Indonesia.

Menurutnya, ini sebuah tantangan baginya untuk bertugas sebaik mungkin.

“Ini suatu tantangan bagi saya. Awalnya saya ragu-ragu, tetapi dengan kondisi seperti ini, saya malah tertantang,” ucap pria yang juga menjabat sebagai manajer Bhayangkara FC itu.