Menang Di Kandang Persela Lamongan, Bambang Nurdiansyah: Pekerjaan Belum Selesai

PSIS Semarang sukses memperdaya tuan rumah Persela Lamongan 1-0, dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (18/10). Gol tunggal kemenangan PSIS dilesakkan oleh Hari Nur Yulianto pada injury time babak kedua.

Kemenangan yang cukup disyukuri oleh pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah. Lantaran tambahan tiga angka sementara mengerek posisi tim Mahesa Jenar menjauh dari zona merah alias kelompok degradasi.

“Syukur alhamdulillah PSIS dapat tiga poin. Tapi sekali lagi saya ingatkan, pertandingan masih banyak. Kami juga tidak di posisi aman, sama seperti Persela dan Barito Putera, kami berebut untuk tidak degradasi. Hasilnya tiga poin saya syukuri, tapi PR (pekerjaan rumah) masih banyak, artinya hasil ini kita syukuri tapi pekerjaan belum selesai untuk aman dari degradasi,” ucap Banur-sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, selepas pertandingan.

Banur pun lantas berkenan membeberkan rahasia tim asuhannya berhasil memenangi pertandingan di kandang Persela, kendati banyak tim sebelumnya harus pulang dengan tangan hampa.

“Kemenangan PSIS karena pemainnya nggak mau kalah, itu yang saya garis bawahi. Karena percuma saya melatih, kalau pemain tidak mau main untuk menang. Intinya pelatih hanya mengarahkan dan memutuskan, punya harga diri tidak, ingin menang tidak,” kata Banur.

“Bagaimana saya menang lawan Persela, terus terang itu Jepang (Kei Hirose) saya matikan, saya sudah melihat tayangan rekaman pertandingan Persela. Alhamdulillah (Wallace) Costa sudah bisa baca, kapan dia muncul Costa mampu tutup,” terangnya.

Selain mampu mematikan pergerakan Kei Hirose, Banur mengaku, kunci kemenangan atas Persela adalah keputusan berani untuk mengimbangi counter attack yang biasa diperagakan oleh tim Laskar Joko Tingkir.

“Pasti, karena saya lihat rekaman pertandingan lawan Arema, counter mereka bagus terutama dari Jepang. Kemarin saya ngomong ke pemain, ayo main counter ke counter, jangan mau dicounter tapi kita yang counter mereka. Intinya, pemain yang mau menang, saya hanya mengarahkan saja,” tambah eks pelatih Persija Jakarta itu.

Sementara itu, bek PSIS, Wallace Costa, turut menambahkan, pertandingan menghadapi mantan tim cukup berat. Ia bersyukur timnya bisa keluar sebagai pemenang, kendati laga berlangsung dalam cuaca panas.

“Itu cukup penting bagi kami. Tapi pekerjaan belum selesai, kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya untuk hindari zona merah,” tutur Wallace.(gk-43)