Bali United Masih Kecewa Setelah Mengalami Malam Horor di Samarinda

Suasana tim Bali United masih kurang apik setelah melakoni laga tandang pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019. Tim berjulukan Serdadu Tridatu itu kalah dengan skor mencolok, 0-6, dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat malam (18/10/2019).

Itu merupakan kekalahan terbesar yang pernah diderita Bali United sepanjang musim ini. Padahal, mereka merupakan tim pemuncak klasemen sejak pekan ke-14 dengan memiliki gap poin cukup jauh dengan Madura United, yang berada di bawahnya.

Pemain Bali United murung meratapi hasil tersebut. Hal itu terlihat saat mereka keluar dari pintu kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu siang (19/10/2019). Berdasarkan pantauan Bola.com, pemain memilih menunduk sambil tetap berjalan.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, juga masih belum bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan kekalahan tersebut.

“Kami kecewa karena ini terlalu banyak gol. Anda bisa kalah, tapi ini terlalu banyak gol dan tidak bagus buat tim. Selama jadi pelatih, ini adalah kekalahan terbesar dan pertama kali sampai kebobolan enam gol,” ucap Teco kepada awak media.

“Saya harus pulang ke rumah dan melihat lagi tayangan ulang untuk mengevaluasi kenapa kami kebobolan banyak gol,” imbuh pelatih asal Brasil tersebut.

Satu hal yang menjadi sorotan kekalahan ini adalah performa lini belakang Bali United. Barisan pertahanan amburadul menjaga pemain Borneo FC. Lalu, kiper Wawan Hendrawan harus kembali dibobol banyak gol setelah kalah 0-5 dari Uni Emirat Arab saat membela TImnas Indonesia (10/10/2019).

“Saya minta jangan menyalahkan satu pemain. Kalau kalah, kami kalah sebagai tim. Kami bertahan sebagai tim dan organisasi pertahanan itu karena kesalahan tim. Kalau banyak gol seperti ini, pasti ada yang salah,” ucap Teco.

Pelatih berusia 45 tahun itu menyebut pemain Bali United terlihat dalam kondisi kelelahan sehingga mendapat hasil memalukan ini. Hal itu tidak terlepas dari padatnya jadwal kompetisi Liga 1 yang kerap dimainkan 4-5 hari sekali.

“Pemain butuh libur dan istirahat. Situasi dalam sepak bola, ada latihan dan juga harus ada istirahat untuk menjaga kebugaran. Mereka perlu bertemu dengan keluarga supaya kembali hidup,” tutur mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Di sisi lain, Bali United menggunakan tema Halloween untuk pertandingan melawan Borneo FC di akun Instagram resmi klub. Untuk menginformasikan pertandingan kontra tim Pesut Etam, wajah Wawan Hendrawan muncul dengan nuansa Halloween, ia menjadi drakula.

Seperti diketahui, Halloween merupakan momen untuk memperingati atau mengenang orang meninggal yang jatuh pada 31 Oktober. Tradisi ini banyak dilakukan di berbagai seluruh dunia dan dirayakan dengan mengenakan kostum-kostum menyeramkan dan berkesan horor.

Namun, tak disangka, hasil pertandingan melawan Borneo FC ini benar-benar horor buat Bali United.